Sejumlah usaha kerakyatan mengalami kendala akibat dampak adanya pemadaman listrik bergilir. Pengrajin ornamen kayu dan furnitur misalnya, yang dibuat bingung lantaran sudah mulai dikomplain pelanggan akibat pesanan tidak selesai tepat waktu.
Pemadaman listrik secara bergilir dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap usaha kerakyatan. Seperti di Kota Cirebon, tempat pembuatan furnitur dan pernak-pernik pesta mengalami kendala saat mengerjakan berbagai macam pesanan.
Terlebih, pesanan yang datang rata-rata harus selesai menjelang akhir Juni ini. Mesin-mesin yang seharusnya bekerja, kini tidak bisa berfungsi maksimal karena listrik padam. Padahal, semua perangkat yang digunakan sejak awal proses desain hingga penyelesaian (finishing) seluruhnya menggunakan energi listrik, mulai dari perangkat komputer, mesin pemotong, alat semprot, hingga peralatan lainnya.
Baca Juga:Inhouse Training RSUD Waled Persiapan Reakreditasi 2026 – VideoBakti Sosial & Pawai Obor Majelis Al Karomah Jadi Momen Syiar Islam – Video
Sambil menunggu listrik kembali menyala, para pegawai maupun pengrajin panggilan hanya bisa mengerjakan apa yang bisa dikerjakan secara manual sebisa mungkin. Lambatnya pengerjaan membuat mereka mulai dikomplain pelanggan akibat pesanan tidak selesai tepat waktu.
Energi listrik sangat vital untuk keberlangsungan usaha dan ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kerakyatan yang sangat mengandalkan pasokan listrik.