“Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita, Saudara-saudara sekalian,” tegasnya.
Dengan swasembada energi, Indonesia dianggap tidak akan bergantung pada negara lain dan bisa menekan dampak dari kondisi geopolitik seperti penutupan Selat Hormuz.
Apresiasi untuk Petani dan Nelayan
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para petani dan nelayan yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan pemerintah terus bekerja untuk menjaga kekayaan negara agar tidak disalahgunakan maupun dinikmati pihak lain.
Baca Juga:Prabowo di Gorontalo: Hanya di Indonesia Polisi dan Tentara ke Sawah, Ini Jurus Strategis Swasembada PanganMomen Gokil di NU Bangkalan: Tepuk Tangan Bahlil Paling Keras, Prabowo Gurau Soal BBM
Di akhir pidato, Presiden Prabowo meminta doa restu kepada seluruh peserta acara. “Saya mohon doa restu, saya minta doa restu, percayalah kepada pemimpinmu, percayalah kepada pemerintahmu, tidak ada niat lain, kami ingin lihat rakyat kita senyum, kami ingin rakyat kita sejahtera, tidak ada niat lain,” pungkasnya.
Tahukah Anda? Program B50 diperkirakan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp157 triliun per tahun karena mengurangi impor solar. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan meningkatkan nilai tambah kelapa sawit di dalam negeri dan mendukung upaya pengurangan emisi karbon. Dengan target swasembada energi dalam 4 tahun ke depan, Indonesia optimis tidak akan lagi bergantung pada impor BBM dari negara lain, termasuk dari kawasan Timur Tengah yang rawan konflik.
