RADARCIREBON.TV – Bencana besar melanda Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat atau Kamis (25/6) dini hari WIB. Dua gempa bumi dahsyat terjadi secara beruntun mengguncang wilayah utara negara tersebut, memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan parah di ibu kota Caracas .
Menurut laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi lebih dulu . Hanya berselang sekitar 39 detik, gempa susulan dengan kekuatan lebih besar yaitu magnitudo 7,5 kembali mengguncang . Gempa kedua ini tercatat sebagai yang terkuat dalam lebih dari 125 tahun terakhir di Venezuela .
Pusat gempa utama berada di lepas pantai Karibia, sekitar 16 kilometer dari kota Morón dan 24 kilometer dari San Felipe, dengan kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer . Guncangan dahsyat ini tidak hanya dirasakan di seluruh Venezuela, tetapi juga sampai ke negara tetangga seperti Kolombia, Brasil, dan beberapa pulau di Karibia .
Baca Juga:Dua Gempa Kuat Terjadi dalam Hitungan Detik, Venezuela Hadapi Ancaman BesarGempa M 7,1 Guncang Venezuela, Kemenlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman
Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa
Ibu kota Caracas menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah . Sejumlah bangunan tempat tinggal dan gedung-gedung dilaporkan runtuh, terutama di distrik Los Palos Grandes dan Altamira . Video-video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan debu tebal membubung di atas kota dan warga berlarian keluar dari gedung-gedung tinggi .
Berdasarkan laporan terbaru, sedikitnya tiga orang tewas tertimpa reruntuhan bangunan di Caracas, termasuk seorang anak-anak, dan empat lainnya mengalami luka-luka . Wali kota Chacao, Gustavo Duque Saez, menyatakan bahwa 18 orang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dari reruntuhan dan lebih dari 500 personel dikerahkan untuk upaya pencarian .
Status Darurat dan Dampak Infrastruktur
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, resmi menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan bencana . Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa Bandara Internasional Simon Bolivar di Maiquetia, yang melayani ibu kota, mengalami kerusakan parah dan terpaksa ditutup .
Layanan kereta bawah tanah dan transportasi darat juga dihentikan sementara untuk mencegah risiko tambahan . Sedikitnya 20 gempa susulan telah tercatat sejak dua gempa utama terjadi . Pemerintah mengimbau warga untuk tetap berada di luar ruangan mengingat potensi bangunan yang sudah rapuh dapat runtuh sewaktu-waktu .
