Faktor Arsitektur dan Birokrasi
Lalu, ada faktor arsitektur. Beberapa bangunan di negara Eropa selatan yang lebih panas dibangun untuk menghadapi cuaca panas. Dindingnya tebal, jendela kecil mencegah matahari masuk langsung, dan dirancang memaksimalkan aliran udara. Ini membantu menjaga ruangan sejuk dan mengurangi kebutuhan AC. Namun di wilayah Eropa lain, rumah tak dirancang untuk cuaca panas.
“Kami tidak terbiasa memikirkan cara agar tetap sejuk di musim panas. Ini benar-benar fenomena relatif baru,” kata Motherway.
Bangunan di benua ini cenderung lebih tua, jauh sebelum teknologi AC. Di Inggris, satu dari enam rumah dibangun sebelum tahun 1900. Memasang sistem pendingin di rumah tua bisa jadi jauh lebih sulit. Terkadang, masalah lebih besar adalah birokrasi. Otoritas Inggris sering menolak permohonan pemasangan AC, terutama di area konservasi atau bangunan bersejarah yang dilindungi.
Baca Juga:Rekor Suhu 43,7 Derajat Celsius di Spanyol, Gelombang Panas Tewaskan Lebih dari 200 OrangJadwal Piala Dunia 2026 Dini Hari 21 Juni: Belanda Vs Swedia, Jerman Vs Pantai Gading, Spanyol Vs Arab Saudi
Dilema Lingkungan: AC dan Target Iklim Eropa
Ada juga sudut pandang kebijakan. Eropa berjanji menjadi kawasan netral iklim tahun 2050. Lonjakan penggunaan AC akan membuat komitmen tersebut makin sulit dicapai. AC tidak hanya menguras energi, tapi membuang udara panas. Studi yang meneliti penggunaan AC di Paris menemukan alat ini dapat meningkatkan suhu luar ruangan antara 2 hingga 4 derajat Celsius.
Beberapa negara pun membatasi penggunaan AC. Pada 2022, Spanyol memberlakukan aturan suhu AC di tempat umum tidak boleh lebih rendah dari 27 derajat Celsius demi menghemat energi. Namun, kekhawatiran seputar penggunaan AC di Eropa kini mulai berubah, seiring benua tersebut memanas dengan cepat.
“Rumah kita harus tangguh, bukan hanya terhadap suhu dingin, tetapi juga terhadap suhu panas yang semakin brutal,” kata Yetunde Abdul, direktur UK Green Building Council.
Perubahan Mulai Terjadi
Sudah ada tanda penggunaannya meningkat di Eropa. Laporan IEA memperkirakan jumlah unit AC di Uni Eropa kemungkinan melonjak hingga 275 juta unit pada tahun 2050, lebih dari dua kali lipat dari tahun 2019. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya AC mulai tumbuh di tengah ancaman gelombang panas yang semakin sering terjadi.
