RADARCIREBON.TV – Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar negara-negara Eropa kini merenggut korban jiwa di Spanyol. Sedikitnya 212 orang dilaporkan tewas dalam berbagai insiden terkait suhu panas yang memecahkan rekor di negara tersebut. Data kematian ini dilaporkan oleh lembaga publik yang memantau dampak gelombang panas di berbagai wilayah Spanyol dalam kurun waktu Minggu (21/6) hingga Rabu (24/6) waktu setempat. Badan cuaca nasional Spanyol, AEMET, bahkan mengeluarkan peringatan status merah (red alert) untuk beberapa wilayah di utara yang jarang memiliki pendingin udara, dengan suhu diperkirakan melonjak hingga 42 derajat Celsius.
Sistem Pemantauan MoMo Catat Kematian
Sistem pemantauan bernama MoMo mengumpulkan statistik kematian harian di Spanyol dan menghitung selisih angka kematian dengan membandingkannya terhadap tingkat yang diperkirakan berdasarkan catatan historis. Dari data tersebut, tercatat 212 kematian terkait gelombang panas antara Minggu hingga Rabu. Angka ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan masyarakat Spanyol di tengah krisis iklim yang semakin nyata.
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengungkapkan bahwa rata-rata 2.000 hingga 5.000 orang meninggal setiap musim panas di Spanyol akibat insiden terkait suhu panas. Ia menekankan bahwa gelombang panas kali ini menunjukkan betapa mematikannya perubahan iklim.
Baca Juga:Sama-Sama Incar Poin Penuh, Pertandingan Sengitnya Spanyol vs Arab Saudi Piala Dunia 2026 Live TVRI Malam IniJadwal Piala Dunia 2026 Dini Hari 21 Juni: Belanda Vs Swedia, Jerman Vs Pantai Gading, Spanyol Vs Arab Saudi
“Suhu panas bisa mematikan, dan perubahan iklim juga mematikan,” ujar Garcia dalam pernyataan via media sosial.
Peringatan Merah di Spanyol Utara, AC Hanya Dimiliki 1-9 Persen Rumah
Badan cuaca nasional Spanyol, AEMET, dalam pernyataan pada Rabu (24/6), memperingatkan adanya “bahaya serius, bahkan luar biasa” seiring berlanjutnya gelombang panas. Kondisi paling parah diperkirakan terjadi di wilayah utara Spanyol, di mana penggunaan pendingin udara (AC) masih jarang ditemukan.
Status peringatan merah dikeluarkan untuk beberapa wilayah Spanyol bagian utara, dengan suhu udara diperkirakan dapat melonjak hingga 42 derajat Celsius. Menurut portal properti Idealista, hanya 1 hingga 9 persen rumah di wilayah-wilayah tersebut yang memiliki pendingin udara, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 41 persen. Kondisi ini membuat masyarakat di wilayah utara lebih rentan terhadap dampak panas ekstrem.
