RADARCIREBON.TV – Bumi sedang tidak baik-baik saja. Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa pada Juni lalu berubah menjadi bencana kemanusiaan yang mematikan. Prancis mencatat lebih dari 5.700 kematian berlebih hanya dalam kurun waktu dua pekan, sementara kebakaran hutan dahsyat melahap puluhan ribu hektare lahan di Spanyol dan Italia.
Badan kesehatan nasional Prancis, Santé Publique France, melaporkan 5.764 kematian berlebih selama periode 17 Juni hingga 2 Juli 2026. Angka ini setara dengan lonjakan kematian sebesar 36 persen dibandingkan kondisi normal. Tragisnya, lebih dari separuh korban meninggal hanya dalam tiga hari, tepatnya pada 25-27 Juni, saat suhu di berbagai wilayah Prancis berkali-kali menembus 40 derajat Celsius.
Sekitar dua pertiga dari korban adalah warga berusia 75 tahun ke atas, kelompok yang paling rentan terhadap sengatan panas ekstrem. Di wilayah Paris saja, angka kematian melonjak hingga 80 persen selama periode gelombang panas. Empat balita juga dilaporkan meninggal setelah terjebak di dalam mobil yang terpapar suhu sangat tinggi.
Baca Juga:Piala Presiden 2026 Siap Bergulir Akhir Pekan Ini, Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka!7 Tahun Berubah! Galaxy Z Fold 8 Hadir dengan Desain ala Paspor, Lebih Ringan & Punya Baterai Silikon
Angka kematian tahun ini menjadi yang tertinggi sejak tragedi gelombang panas 2003 yang menewaskan sekitar 15.000 orang di Prancis. Juni 2026 juga tercatat sebagai bulan Juni terpanas sejak pencatatan suhu dimulai pada 1947.
Kebakaran Dahsyat Landa Spanyol dan Italia
Dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan Prancis. Spanyol kini berjuang melawan salah satu kebakaran hutan terbesar dalam sejarah negara tersebut. Kobaran api telah menghanguskan sekitar 32.000 hektare lahan di wilayah Guadalajara, sebelah utara Madrid, memaksa sekitar 1.200 orang dari 34 desa untuk mengungsi.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengungkapkan bahwa negaranya telah mengalami 22 kebakaran hutan besar sepanjang tahun ini, empat kali lebih banyak dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lebih dari 100.000 hektare lahan telah terbakar tahun ini, setara dengan rata-rata luas lahan yang terbakar selama satu tahun penuh dalam satu dekade terakhir.
“Kita harus meningkatkan kesadaran publik dan tidak menganggap remeh darurat iklim,” tegas Sánchez.
Sementara itu, Italia juga dilanda kebakaran besar di pulau Sisilia. Suhu tinggi dipadu angin kencang membuat api dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah, memaksa pemerintah setempat menetapkan status darurat tertinggi.
