Disbudpar Dorong Pelestarian Manuskrip Melalui Seminar Hasil Kajian – Video

Disbudpar Dorong Pelestarian Manuskrip Melalui Seminar Hasil Kajian
0 Komentar

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon terus berupaya menjaga dan memperkenalkan warisan budaya daerah kepada generasi muda. Salah satunya melalui Seminar Hasil Kajian Koleksi Manuskrip Cirebon yang melibatkan guru dan mahasiswa untuk diajak mengenal kekayaan pengetahuan yang tersimpan di dalam naskah-naskah kuno Cirebon.

Kegiatan seminar ini menjadi salah satu program strategis Disbudpar Kabupaten Cirebon dalam rangka pemajuan kebudayaan daerah. Agenda tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan peneliti yang telah melakukan kajian mendalam terhadap berbagai naskah kuno asli dari Cirebon.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, menyebutkan bahwa manuskrip merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai penting untuk dipelajari dan dilestarikan. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses pengetahuan mengenai manuskrip melalui kegiatan edukasi yang melibatkan tenaga pendidik serta generasi muda.

Baca Juga:Petani Geram Keluhan Gagal Panen Tak Direspon – VideoRutan Kelas I Cirebon Gagalkan Penyelundupan – Video

Salah satu pemateri, Muhammad Mukhtar Zaedin, menjelaskan bahwa manuskrip merupakan objek pemajuan kebudayaan yang memiliki kedudukan penting dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Menurutnya, manuskrip bukan sekadar benda pusaka atau sumber informasi masa lalu, melainkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan kebudayaan ke depan.

Ia menambahkan, agar nilai-nilai yang terkandung dalam manuskrip dapat dimanfaatkan secara luas, maka naskah tersebut harus melalui berbagai tahapan kajian ilmiah, seperti transliterasi, penerjemahan, penelitian, hingga publikasi masif. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami dan mengimplementasikan pengetahuan yang terkandung di dalamnya.

Selain membahas aspek akademis, seminar ini juga mengungkap beragam pengetahuan lokal yang terekam dalam naskah Cirebon. Raden Elang Panji Jaya memaparkan materi mengenai karakter manusia, nilai-nilai kehidupan, serta pengetahuan tradisional yang diturunkan melalui manuskrip dari generasi ke generasi. Materi tersebut menunjukkan bahwa naskah kuno tidak hanya menyimpan catatan sejarah, namun juga menjadi sumber pengetahuan sosial dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat Cirebon pada masanya.

Pemaparan menarik lainnya disampaikan oleh peneliti manuskrip, Dodi Yulianto, yang mengkaji Naskah Menak koleksi Museum Pangeran Cakrabuana. Menurutnya, naskah tersebut menyimpan potensi besar untuk diteliti lebih lanjut karena memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan koleksi Menak yang selama ini menjadi rujukan penelitian umum.

0 Komentar