Petani di Desa Kedongdong, Kabupaten Cirebon, mengaku kecewa dan geram karena keluhan mereka terkait fenomena gagal panen belum mendapatkan respons dari Dinas Pertanian. Kondisi gagal panen ini membuat beban biaya produksi yang harus ditanggung para petani semakin membengkak.
Kekecewaan mendalam tersebut dirasakan para petani di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, karena keluhan terkait dua kali gagal panen berturut-turut yang mereka alami belum mendapatkan respons maupun tindak lanjut nyata dari pihak Dinas Pertanian. Akibat dua kali gagal panen ini, petani mengalami kerugian materiil yang tidak sedikit. Modal besar yang telah dikeluarkan untuk pembelian benih, pupuk, hingga biaya perawatan tanaman dipastikan hangus karena gagal produksi.
Para petani mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan dengan harapan agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian serta solusi taktis. Namun hingga saat ini, mereka merasa belum mendapatkan tanggapan yang diharapkan. Meski telah dua kali mengalami kegagalan, para petani kini tetap nekat mencoba menyemai benih untuk ketiga kalinya, meskipun bayang-bayang ancaman gagal panen susulan terus menghantui.
Baca Juga:Rumah Warga Terbakar, Diduga Ada Kebocoran Gas Elpiji – VideoTransparansi Koperasi Karya Sentosa Karangsembung Dikeluhkan – Video
Oleh karena itu, petani mendesak pemerintah—terutama Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon—untuk lebih sigap dan responsif dalam menerima keluhan dari sektor bawah. Terlebih, Kecamatan Susukan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama bagi daerah.
Petani sangat berharap pihak Dinas Pertanian bersedia turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil yang terjadi. Kerugian yang dialami petani saat ini sudah semakin besar, ditambah lagi dengan tingginya kekhawatiran bahwa musim tanam berikutnya akan mengalami nasib yang sama. Jika akar permasalahan yang menyebabkan gagal panen ini tidak segera ditangani, petani khawatir mereka akan kembali terpuruk dalam kerugian yang jauh lebih besar.