Sisa 7: Kelinci
Sisa 8: Naga
Sisa 9: Ular
Sisa 10: Kuda
Sisa 11: Kambing
Sebagai contoh, untuk tahun lahir 2000: 2000 dibagi 12 adalah 166, dengan sisa 8. Berdasarkan panduan di atas, sisa 8 berarti shio Anda adalah Naga.
Perhatikan! Ini yang Sering Membuat Salah
Ada satu hal krusial yang seringkali membuat orang salah menentukan shionya. Perhitungan shio dalam astrologi Tionghoa didasarkan pada Kalender Lunar (Imlek), bukan kalender Masehi. Tahun baru Imlek biasanya jatuh pada akhir Januari hingga pertengahan Februari. Akibatnya, setiap tahun Masehi bisa terbagi menjadi dua shio yang berbeda.
Sebagai contoh, tahun 2026 adalah tahun Shio Kuda Api. Namun, ini hanya berlaku untuk mereka yang lahir setelah Tahun Baru Imlek 2026. Sementara itu, mereka yang lahir di awal Januari 2026, sebelum pergantian tahun Imlek, masih termasuk dalam shio tahun sebelumnya, yaitu Shio Ular.
Baca Juga:Shio Tikus Mendominasi, Kuda Paling Sepi, Dukcapil Rilis Data Penduduk Indonesia Berdasarkan Zodiak TionghoaKTP Hilang? Begini Cara Mudah Mengurusnya Tanpa Ribet, Bisa di Luar Domisili
Untuk memastikan, Anda perlu mengecek tanggal Imlek di tahun kelahiran Anda. Jika Anda lahir sebelum tanggal Imlek, maka shio Anda adalah shio tahun sebelumnya.
Menentukan Elemen Shio
Selain hewan, setiap shio juga memiliki elemen dasar yang berubah setiap 60 tahun sekali. Ada lima elemen dalam filosofi Tionghoa: Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. Elemen ini memberikan nuansa karakter yang lebih spesifik pada shio Anda. Tahun 2026, misalnya, adalah tahun Kuda dengan elemen Api, sehingga dijuluki Tahun Kuda Api. Untuk mengetahui elemen shio Anda, Anda bisa mencari tabel elemen yang lebih lengkap atau menggunakan kalkulator shio daring.
Tahukah Anda? Dalam satu siklus shio yang berlangsung selama 12 tahun, tidak semua shio memiliki jumlah populasi yang sama. Data dari Dukcapil menunjukkan bahwa di Indonesia, shio tikus menjadi yang paling banyak dengan jumlah 25.348.923 orang, sementara shio kuda menjadi yang paling sedikit dengan 22.053.063 orang. Fenomena ini terjadi karena jumlah kelahiran pada tahun-tahun tertentu bisa berbeda-beda, dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan ekonomi.
