Apabila nasi dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang sebelum disimpan, bakteri seperti Bacillus cereus dapat berkembang dan menghasilkan racun yang sulit dihilangkan meski nasi dipanaskan kembali.
Selain itu, microwave tidak selalu memanaskan seluruh bagian nasi secara merata. Karena itu, nasi sebaiknya segera didinginkan setelah matang lalu disimpan di lemari pendingin sebelum dipanaskan kembali.
Sayuran dan Kentang Juga Perlu Diperhatikan
4. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, kangkung, dan sawi merupakan contoh sayuran berdaun hijau yang mengandung nitrat alami.
Baca Juga:Sering Kentut Berlebihan? Kenali 6 Penyebab yang Bisa MemicunyaMasakan Super Lezat, Dapur Hemat: Inilah 5 Pilihan Microwave Low Watt Harga Rp1 Jutaan Terbaik!
Pada kondisi tertentu, pemanasan ulang dengan suhu tinggi dapat mengubah nitrat menjadi nitrit. Berdasarkan penelitian yang dimuat di PubMed Central, nitrit berpotensi membentuk nitrosamin, yaitu senyawa yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan sifat karsinogenik.
Selain itu, pemanasan menggunakan microwave juga dapat membuat tekstur sayuran menjadi lebih lembek dan kualitas gizinya menurun. Oleh sebab itu, sayuran hijau lebih disarankan dikonsumsi segera setelah selesai dimasak.
5. Kentang
Kentang rebus, kentang panggang, maupun mashed potato sering dijadikan stok makanan karena praktis disimpan.
Namun, kentang yang sudah matang lalu dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat menghasilkan racun botulinum yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan otot.
Saat dipanaskan menggunakan microwave, tidak semua bagian kentang selalu mencapai suhu yang cukup merata. Selain faktor keamanan pangan, pemanasan berulang juga dapat membuat tekstur kentang menjadi lebih kering dan kurang nikmat.
Mengapa ASI dan Susu Formula Tidak Dianjurkan Dipanaskan dengan Microwave?
6. ASI dan Susu Formula
Banyak orang tua memilih microwave sebagai cara praktis untuk menghangatkan ASI atau susu formula. Namun, metode ini tidak direkomendasikan oleh banyak ahli kesehatan.
Microwave dapat menghasilkan hot spots atau titik panas yang tidak terlihat. Meskipun botol terasa hangat saat disentuh, beberapa bagian cairan di dalamnya bisa memiliki suhu yang jauh lebih tinggi sehingga berisiko melukai mulut maupun tenggorokan bayi.
Baca Juga:Purbaya Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi RI hingga 8 Persen, LPEI Jadi AndalanHari Ini di Transmart Full Day Sale, Berburu Teflon dan Panci Murah Mulai Rp70 Ribuan
Selain itu, suhu yang terlalu tinggi juga dapat merusak nutrisi penting dan antibodi dalam ASI yang berperan menjaga daya tahan tubuh bayi.
