Matahari Buatan China Torehkan Rekor Dunia, Langkah Besar Menuju Energi Fusi Masa Depan

Pencapaian tersebut memperkuat posisi China sebagai salah satu negara terdepan dalam riset dan pengembangan.
src-img : ofc.X @faizedzahar
0 Komentar

Jika dibandingkan dengan magnet yang digunakan pada proyek ITER, magnet buatan China memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:

  • Berukuran sekitar 1,3 kali lebih besar.
  • Memiliki kapasitas penyimpanan energi hingga tiga kali lebih besar.
  • Menjadi magnet superkonduktor reaktor fusi terbesar di dunia saat ini.

Ke depannya, sebanyak 16 magnet serupa akan dipasang secara melingkar untuk membentuk sistem medan magnet utuh yang dibutuhkan dalam pengoperasian reaktor fusi EAST.

Kumparan Solenoid Pusat Jadi Komponen Penentu

Selain magnet medan toroidal, tim peneliti juga berhasil mengembangkan kumparan solenoid pusat yang merupakan salah satu bagian paling penting dalam sistem reaktor.

Komponen ini memiliki dua tugas utama, yaitu:

Baca Juga:BBM B50 Resmi Meluncur Besok, Berapa Harga Biodiesel Terbaru di Indonesia?Era AI Dimulai, China Hapus Ribuan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Industri

  • Memicu terbentuknya plasma hingga menjadi bola api berenergi tinggi.
  • Mengendalikan posisi plasma agar tetap stabil selama proses reaksi berlangsung.

Tanpa kumparan ini, plasma tidak akan dapat terbentuk secara optimal ataupun dikendalikan dengan baik.

Hasil Pengujian Tunjukkan Performa Tinggi

Berdasarkan hasil pengujian yang dilaporkan Global Times, kumparan solenoid pusat mampu mengalirkan arus listrik secara stabil hingga 60 kiloampere dengan kapasitas penyimpanan energi mencapai 6,03 megajoule.

Kemampuan tersebut dinilai menjadi langkah penting menuju reaksi fusi yang mampu berlangsung dalam waktu lebih lama sehingga menghasilkan pasokan energi secara konsisten.

Wakil Direktur ASIPP, Qin Jinggang, menjelaskan bahwa arus operasional normal komponen tersebut mencapai 46,5 kiloampere, jauh lebih tinggi dibandingkan kapasitas yang dimiliki sistem EAST sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan performa ini menjadi faktor penting yang menentukan apakah teknologi reaktor fusi dapat berkembang dari sekadar eksperimen laboratorium menuju pembangkit listrik yang benar-benar dapat dimanfaatkan di masa depan.

Qin juga menegaskan bahwa magnet solenoid pusat bekerja dalam kondisi paling kompleks dibandingkan magnet lainnya di dalam reaktor. Oleh karena itu, keberhasilannya sangat menentukan apakah proses fusi dapat dinyalakan dan dipertahankan secara stabil.

Perkembangan Matahari Buatan China Semakin Menjanjikan

Keberhasilan pengembangan dua komponen utama ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam proyek Matahari Buatan China.

Baca Juga:Spam Promosi Judi Online Meningkat, Komdigi Perkuat Kerja Sama dengan MetaGudang Bulog Penuh, Pemerintah Bakal Bangun 100 Gudang Baru pada 2027

Selain berhasil memecahkan rekor dunia melalui magnet superkonduktor terbesar untuk reaktor fusi, China juga menunjukkan kemampuan memproduksi seluruh teknologi inti secara mandiri.

0 Komentar