RADARCIREBON.TV – Proyek “Matahari Buatan” China kembali mencetak pencapaian penting dalam pengembangan teknologi energi masa depan. Reaktor fusi Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) berhasil menyelesaikan pengembangan sekaligus pengujian dua komponen paling vital yang menjadi jantung sistem reaktor fusi nuklir.
Keberhasilan ini menjadi tonggak baru karena seluruh teknologi inti yang digunakan pada kedua komponen tersebut telah diproduksi sepenuhnya di dalam negeri. Pencapaian tersebut memperkuat posisi China sebagai salah satu negara terdepan dalam riset dan pengembangan teknologi fusi nuklir.
Pengembangan ini dilakukan oleh tim peneliti dari Institute of Plasma Physics di bawah naungan Chinese Academy of Sciences (ASIPP) yang bermarkas di Hefei, Provinsi Anhui, China Timur.
Baca Juga:BBM B50 Resmi Meluncur Besok, Berapa Harga Biodiesel Terbaru di Indonesia?Era AI Dimulai, China Hapus Ribuan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Industri
Magnet Superkonduktor Terbesar di Dunia untuk Reaktor Fusi
Salah satu pencapaian terbesar dalam proyek EAST adalah keberhasilan membangun magnet medan toroidal berukuran raksasa yang dirancang khusus untuk kebutuhan reaktor fusi.
Magnet berbentuk huruf “D” tersebut memiliki dimensi yang sangat besar, yaitu:
- Panjang 21 meter
- Lebar 12 meter
- Tinggi 3,3 meter
- Berat sekitar 528 ton
Ukurannya bahkan melampaui magnet serupa yang digunakan pada proyek reaktor fusi internasional ITER.
Fungsi Magnet Menjaga Plasma Tetap Stabil
Menurut peneliti ASIPP, Wu Yu, magnet medan toroidal memiliki fungsi utama mengurung plasma bersuhu sangat tinggi agar tetap berada di pusat ruang hampa reaktor.
Tanpa adanya medan magnet yang kuat, plasma akan langsung menyentuh dinding reaktor sehingga reaksi fusi tidak dapat berlangsung.
Selain menjaga kestabilan plasma, kekuatan magnet juga menentukan suhu dan tingkat kerapatan plasma yang dapat dicapai selama proses fusi berlangsung.
Pakar teknologi elektromagnetik China, Song Zhongping, menggambarkan magnet tersebut layaknya sebuah sangkar baja antikarat yang sangat kokoh. Sangkar ini berperan sebagai pelindung yang menjaga bola api plasma tetap terkendali meski memiliki temperatur yang sangat ekstrem.
Baca Juga:Spam Promosi Judi Online Meningkat, Komdigi Perkuat Kerja Sama dengan MetaGudang Bulog Penuh, Pemerintah Bakal Bangun 100 Gudang Baru pada 2027
Pecahkan Rekor Dunia dengan Teknologi Buatan Dalam Negeri
Direktur ASIPP, Song Yuntao, mengungkapkan bahwa seluruh material utama yang digunakan berasal dari hasil produksi dalam negeri.
Mulai dari baja khusus, material isolasi, hingga bahan superkonduktor dikembangkan tanpa bergantung pada teknologi luar negeri.
