Gudang Bulog Penuh, Pemerintah Bakal Bangun 100 Gudang Baru pada 2027

Seiring melonjaknya cadangan beras tersebut, pemerintah berencana kembali membangun 100 gudang baru pada 2027.
src-img : ofc.ig @ahmadrizal.ramdhani
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Stok beras nasional yang dikuasai Perum Bulog terus meningkat hingga mencapai sekitar 5,4 juta ton. Seiring melonjaknya cadangan beras tersebut, pemerintah berencana kembali membangun 100 gudang baru pada 2027 untuk memperkuat kapasitas penyimpanan sekaligus menjaga kualitas beras.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pembangunan gudang tambahan menjadi langkah strategis karena kapasitas gudang Bulog maupun gudang sewa saat ini hampir seluruhnya telah terisi. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan hasil produksi pangan nasional yang terus meningkat.

Bulog Bangun 100 Gudang Baru pada 2027

Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan pemerintah telah menargetkan pembangunan 100 gudang baru pada 2026. Program tersebut akan kembali dilanjutkan dengan pembangunan 100 gudang tambahan pada 2027.

Baca Juga:Perceraian Tak Menghapus Tanggung Jawab Ayah, Nafkah Anak Tetap Wajib DipenuhiProduksi Beras dan Jagung RI Tertinggi Sepanjang Sejarah, Prabowo Soroti Keberhasilan Swasembada Pangan

Menurutnya, dukungan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah untuk memastikan hasil produksi pangan yang terus bertambah dapat tersimpan dengan aman di fasilitas milik Bulog.

Dengan bertambahnya kapasitas penyimpanan, Bulog diharapkan mampu mengelola stok beras nasional secara lebih optimal sekaligus menjaga kualitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Gudang Bulog dan Gudang Sewa Sudah Penuh

Rizal menjelaskan kondisi gudang Bulog saat ini sudah terisi penuh akibat tingginya produksi pangan nasional dan meningkatnya penyerapan gabah sepanjang tahun.

Tidak hanya gudang milik Bulog, gudang sewa yang digunakan perusahaan juga mengalami kondisi serupa. Bahkan, banyak gudang swasta yang ikut penuh karena tingginya volume penyimpanan beras.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa peningkatan produksi pangan nasional benar-benar terjadi.

Serapan Beras Bulog Sudah Mencapai Lebih dari 3,2 Juta Ton

Hingga 29 Juni 2026, Bulog telah menyerap lebih dari 3,2 juta ton beras atau sekitar 80 persen dari target pengadaan sebesar 4 juta ton sepanjang tahun ini.

Jika dikonversikan ke bentuk gabah, jumlah tersebut setara dengan lebih dari 6 juta ton gabah yang telah berhasil diserap.

Baca Juga:Enzo Maresca Resmi Jadi Pelatih Manchester City, Era Baru The Citizens DimulaiPersib Bandung Resmi Rekrut Gabriel Mutombo, Bek Prancis Pengganti Federico Barba

Target Serapan Diproyeksikan Melampaui Rencana Awal

Meski capaian saat ini telah mencapai 80 persen, Bulog memperkirakan angka tersebut masih akan terus bertambah hingga akhir tahun.

Dengan waktu sekitar enam bulan yang masih tersisa, total serapan diproyeksikan dapat melampaui target awal 4 juta ton, bahkan berpotensi mencapai lebih dari 4,5 juta ton hingga sekitar 5 juta ton.

0 Komentar