RADARCIREBON.TV – China melakukan perubahan besar dalam sistem pendidikan tinggi dengan menghapus sekitar 12.200 program studi sarjana (S1) yang dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Langkah tersebut diambil untuk mendukung percepatan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus menyesuaikan dunia pendidikan dengan arah pembangunan nasional.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah China dalam menghadapi perubahan pasar kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi di tengah meningkatnya angka pengangguran lulusan baru.
China Rombak Ribuan Jurusan Kuliah untuk Menyesuaikan Era AI
Berdasarkan laporan South China Morning Post pada 14 Juni 2026, sepanjang periode 2021 hingga 2025, perguruan tinggi di China telah menghapus sekitar 12.200 program studi S1 dan membuka sekitar 10.200 jurusan baru yang berfokus pada bidang teknologi.
Baca Juga:Program Beasiswa AI Anthropic Tawarkan Gaji Rp1,5 Miliar per Tahun, Apakah Warga Indonesia Bisa Mendaftar?Etika dalam Kecerdasan Buatan (AI): Prinsip Belmont dan Tantangan di Era Digital
Data dari Kementerian Pendidikan China menunjukkan lebih dari 30 persen program studi di negara tersebut mengalami penyesuaian selama periode tersebut.
Perubahan ini dilakukan agar kurikulum perguruan tinggi lebih selaras dengan perkembangan industri, terutama di sektor teknologi yang berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Jurusan Humaniora dan Seni Banyak Dihapus
Program Studi Dinilai Kurang Relevan dengan Kebutuhan Industri
Sebagian besar jurusan yang dihentikan berasal dari bidang:
- Seni
- Humaniora
- Bahasa asing
- Manajemen
Bidang-bidang tersebut dinilai menghadapi tantangan besar di pasar kerja. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa tingkat pengangguran pada sektor terkait mencapai lebih dari 16 persen, sementara kebutuhan industri terus bergeser akibat pesatnya perkembangan AI.
Sebaliknya, banyak perguruan tinggi mulai membuka program studi yang mendukung strategi pembangunan teknologi nasional.
Jurusan AI dan Robotika Semakin Banyak Dibuka
Salah satu contoh perubahan tersebut adalah hadirnya jurusan embodied intelligence, yakni bidang yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan sistem fisik seperti robot.
Tercatat sedikitnya sembilan universitas di China telah membuka program studi baru yang berkaitan dengan bidang tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kebutuhan industri masa depan.
