102 Warga Mengungsi Akibat Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin, Tim Medis Disiagakan 24 Jam

ilustrasi tempat pembuangan sampah
ilustrasi tempat pembuangan sampah foto : pixabay
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, terus menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 102 warga terpaksa mengungsi akibat kepulan asap tebal yang masih menyelimuti kawasan tersebut.

Pengungsian dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi warga dari paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan. Kelompok rentan seperti balita, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit bawaan menjadi prioritas utama dalam penanganan medis.

Tim Medis Disiagakan Selama 24 Jam

BNPB memastikan tim kesehatan tetap bersiaga selama 24 jam di lokasi pengungsian maupun kawasan terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap dari material sampah yang terbakar.

Baca Juga:Pengelola TPA Kopiluhur Mengantisipasi Kebakaran – VideoTPAS Gunung Santri akan Dibuka Kembali – Video

Selain pelayanan kesehatan, petugas juga terus memantau kondisi warga yang mengungsi agar kebutuhan dasar, seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara, dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran TPA Jatiwaringin. Status tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 1 hingga 14 Juli 2026, sehingga seluruh sumber daya dapat dimaksimalkan dalam proses penanggulangan.

Bara Api Masih Sulit Dipadamkan

Hingga Sabtu (4/7/2026), proses pemadaman masih terus berlangsung. Petugas gabungan melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat dan udara. Operasi water bombing masih diperlukan karena bara api dilaporkan masih aktif di beberapa titik dalam timbunan sampah dengan kedalaman beberapa meter, sehingga berpotensi memunculkan asap tebal kembali.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit dibanding kebakaran biasa. Petugas harus memastikan bara api benar-benar padam agar tidak kembali menyala akibat suhu tinggi di dalam tumpukan sampah.

Warga Diimbau Tetap Waspada

Pemerintah bersama BNPB mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran agar mengurangi aktivitas di area terdampak asap dan mengikuti arahan petugas. Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau gangguan kesehatan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

0 Komentar