Memasuki musim kemarau, pengelola Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kopi Luhur Kota Cirebon meningkatkan langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kebakaran lahan sampah. Sejumlah upaya mitigasi dilakukan, mulai dari percepatan pengurugan sampah, pemasangan pipa saluran gas metana, hingga menyiagakan petugas piket di area yang dinilai berpotensi menimbulkan titik api (hotspot).
Di tengah musim kemarau yang diprediksi akan berkepanjangan, pengelola TPA Kopi Luhur yang berlokasi di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, terus memperkuat sistem kesiapsiagaan darurat. Langkah ini diambil demi menghindari terulangnya insiden kebakaran hebat di lokasi pembuangan akhir sampah tersebut.
Salah satu langkah teknis yang dikejar yakni mempercepat pengurugan sampah menggunakan lapisan tanah padat pada zona aktif agar gunungan sampah tidak mudah tersulut api saat cuaca panas ekstrem. Saat ini, proses penutupan atau pengurugan sampah tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen, sementara 20 persen sisanya yang masih menjadi zona pembuangan aktif terus dikebut pengerjaannya.
Baca Juga:Harga Cabai Di Pasar Melambung, Petani Hanya Jual Rp17.000/Kg – VideoPemkot Genjot Pendapatan Asli Daerah – Video
Metode pengurugan tanah ini dinilai sangat efektif karena dalam kurun waktu dua tahun terakhir terbukti mampu menjaga kawasan TPA dari insiden kebakaran. Selain itu, pihak pengelola juga telah membuat instalasi saluran pelepasan gas metana guna mengurangi konsentrasi gas mudah terbakar yang tertimbun di dalam gunungan sampah.
Untuk mendukung penanganan darurat di lapangan, pengelola telah menyiapkan infrastruktur penunjang seperti embung cadangan air, tangki penyimpanan air berskala besar, serta mesin pompa penyedot air yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu apabila muncul percikan api. Sejumlah petugas internal juga disiagakan melalui sistem piket harian untuk melakukan patroli berkala di area-area rawan.
Tidak hanya itu, pengecekkan kualitas suhu udara dan lingkungan juga dilakukan selama 14 hari penuh dengan menempatkan alat pemantau khusus di kawasan TPA. Hasil pengujian laboratorium tersebut nantinya akan dijadikan bahan evaluasi berkala dalam pengelolaan dampak lingkungan di sekitar pemukiman warga.
Pihak pengelola TPA Kopi Luhur juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Cirebon. Dalam waktu dekat, kedua pihak berencana menggelar simulasi bersama penanganan kebakaran taktis guna meningkatkan kesiapan tim gabungan menghadapi potensi kondisi darurat selama musim kemarau tahun ini.