Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi digital agar kebutuhan industri dapat terpenuhi.
Tak Hanya Pelatihan, Peserta Juga Mendapat Akses Dunia Kerja
Berbeda dengan program pelatihan pada umumnya, XLSmart Future Ready tidak berhenti pada proses belajar maupun sertifikasi.
Menghubungkan Pembelajaran hingga Kesempatan Kerja
Program ini dirancang sebagai ekosistem end-to-end yang mencakup berbagai tahapan, yaitu:
Baca Juga:Siap-Siap! XL Axiata Bakal Dukung Kesiapan Digitalisasi dengan Strategi Ini Loh!Mengapa Jaringan Internet Sering Lemot Saat Hujan? Yuk Simak Penjelasannya Ini!
- Pembelajaran digital
- Peningkatan keterampilan (upskilling)
- Sertifikasi kompetensi
- Mentoring bersama praktisi
- Pengalaman magang
- Akses menuju peluang kerja melalui mitra industri
Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
CEO XLSmart: Pembelajaran Harus Terhubung dengan Peluang Kerja
Presiden Direktur dan CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menilai pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, Indonesia bukan kekurangan program pelatihan, melainkan membutuhkan program yang mampu menghubungkan proses belajar dengan kesempatan kerja secara nyata.
Rajeev menyebut Future Ready sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulan terbaru yang dirancang untuk membantu peserta melalui perjalanan dari learning to earning, yakni dari proses belajar hingga memperoleh peluang kerja.
Didukung Mitra Strategis dan Penguatan Infrastruktur Digital
Dalam pelaksanaannya, XLSmart telah bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya ZTE dan Eka Tjipta Foundation. Perusahaan juga berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra lainnya.
Selaras dengan Pengembangan Jaringan 5G
XLSmart menyebut program Future Ready juga sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat kepemimpinan jaringan melalui pengembangan infrastruktur dan implementasi 5G blanket coverage di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut perusahaan, perluasan akses digital perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi masyarakat agar infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.
