XLSmart Luncurkan Future Ready, Targetkan 1.000 Peluang Kerja bagi Talenta Muda

Future Ready dirancang untuk menghubungkan peserta dengan kebutuhan dunia industri.
src-img : ofc.ig @xlsmart
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Di tengah maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor, XLSmart meluncurkan program XLSmart Future Ready sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital sekaligus membuka peluang kerja bagi talenta muda Indonesia. Melalui program ini, perusahaan menargetkan dapat menjangkau hingga 1 juta anak muda dan membantu sedikitnya 1.000 peserta memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan.

Program tersebut diperkenalkan dalam konferensi pers di Kantor XLSmart, Jakarta, Jumat (3/7). Selain memberikan pelatihan, Future Ready dirancang untuk menghubungkan peserta dengan kebutuhan dunia industri melalui ekosistem pembelajaran yang lebih menyeluruh.

XLSmart Future Ready Targetkan 1 Juta Talenta Muda

Group Head Corporate Communication & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, menjelaskan bahwa program Future Ready hadir untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi calon tenaga kerja.

Baca Juga:Siap-Siap! XL Axiata Bakal Dukung Kesiapan Digitalisasi dengan Strategi Ini Loh!Mengapa Jaringan Internet Sering Lemot Saat Hujan? Yuk Simak Penjelasannya Ini!

Menurutnya, masih terdapat kesenjangan dalam proses rekrutmen karena banyak talenta yang belum memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri saat ini.

Tiga Target Utama Program Future Ready

Melalui program ini, XLSmart menetapkan tiga sasaran utama, yaitu:

  • Menjangkau 1 juta talenta muda melalui aplikasi Sisternet dan situs Future Ready.
  • Menerbitkan 10 ribu sertifikat pelatihan.
  • Membantu sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh kesempatan magang atau bekerja, baik di lingkungan XLSmart maupun perusahaan mitra.

Target tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kesiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Kesenjangan Kompetensi Digital Jadi Tantangan

Peluncuran Future Ready dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan kompetensi digital di Indonesia.

Saat ini, Indonesia tengah menikmati bonus demografi dengan sekitar 68 persen penduduk berada pada usia produktif. Namun, kesiapan keterampilan tenaga kerja dinilai belum sepenuhnya mampu mengikuti kebutuhan industri yang semakin terdigitalisasi.

Banyak Perusahaan Masih Sulit Mencari Talenta Digital

Berdasarkan sejumlah studi yang dikutip XLSmart, sekitar 90 persen pekerjaan di masa depan diperkirakan membutuhkan keterampilan digital dasar.

Di sisi lain, tiga dari sepuluh perusahaan di Indonesia masih mengalami kesulitan mendapatkan talenta digital yang siap bekerja, terutama pada bidang:

  • Kecerdasan buatan (AI)
  • Analisis data
  • Komputasi awan (cloud computing)
  • Keamanan siber
  • Teknologi jaringan
0 Komentar