Salah adalah kapten dan pemimpin generasi saat ini. Ia telah memenangkan setiap trofi yang ada selama kariernya di Liverpool dalam sembilan tahun yang gemilang, yang menjadikannya pencetak gol asing tertinggi dalam sejarah Premier League Inggris. Kini, di usia 34 tahun, ia memimpin Mesir yang tidak terkalahkan di Piala Dunia 2026 untuk menantang sang juara bertahan.
Duel yang Menjanjikan Sejarah
Menurut Akmal, secara statistik dan sejarah pertemuan, Argentina jauh lebih diunggulkan. Dalam sejarah pertemuan kedua tim, Argentina selalu berhasil memenangkan pertandingan tanpa sekalipun kebobolan oleh Mesir. Namun, di hadapan publik Piala Dunia 2026, kejutan selalu mungkin terjadi.
Pelajaran besar bagi Mesir adalah sikap Argentina yang cenderung meremehkan lawan yang levelnya terlalu jauh dari mereka. Itu jadi kelemahan besar Albiceleste. Argentina seringkali mengendurkan tempo setelah unggul, sehingga memberi nafas kepada lawan untuk bangkit. Mesir yang juga merupakan tim low-block seperti Tanjung Verde, setidaknya saat melawan Argentina, bisa menyempurnakan strategi itu dengan mengoptimalkan para pemain berkualitas tinggi yang tak dimiliki Tanjung Verde, khususnya Salah dan Omar Marmoush.
