Seorang perempuan asal Kota Cirebon melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang disertai dengan dugaan tindakan asusila ke pihak kepolisian pada Selasa siang. Akibat peristiwa tersebut, korban mengaku mengalami kerugian materi hingga ratusan juta rupiah serta tekanan psikologis yang mendalam. Ditemani oleh kuasa hukumnya, korban mendatangi Markas Polres Cirebon Kota untuk membuat laporan resmi.
Menurut pengakuan korban, terduga pelaku yang diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya itu awalnya menjanjikan peluang pekerjaan di Australia untuk adik korban. Setelah itu, korban disebut terus-menerus dimintai sejumlah uang dengan berbagai alasan, mulai dari tawaran investasi hingga modal usaha pertambangan di luar negeri.
Rangkaian peristiwa yang berlangsung sejak Januari 2025 tersebut diklaim telah menyebabkan kerugian total hampir Rp300 juta. Kendati demikian, pihak kuasa hukum menyatakan bahwa sejauh ini baru sekitar Rp200 juta aliran dana yang dapat didukung dan dibuktikan dengan alat bukti transaksi yang valid.
Baca Juga:FKDC Dorong Perusahaan Penuhi Kuota Pekerja Difabel – VideoLPSK Kunjungi Korban Dugaan Penyiksaan Oknum Polisi – Video
Selain kerugian materi, korban juga mengaku menjadi korban dugaan tindakan asusila oleh terduga pelaku. Kejadian malang tersebut dilaporkan terjadi di wilayah Cilegon, Banten, saat korban tengah berupaya menagih pengembalian uang yang sebelumnya telah dijanjikan oleh pelaku.
Dampak dari insiden beruntun tersebut membuat korban mengalami trauma berat dan tekanan mental yang serius. Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis klinis, tim psikolog menyarankan agar perkara ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib guna mempercepat proses pemulihan psikis sekaligus penegakan hukum.
Saat ini, laporan resmi telah diterima oleh jajaran Polres Cirebon Kota dan proses penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi ataupun tanggapan atas segala tuduhan yang diarahkan kepadanya.