RADARCIREBON.TV- Kapan jadwal final Piala Dunia 2026? Laga puncak turnamen akan digelar pada Senin, 20 Juli 2026 di Stadion New Jersey, Amerika Serikat. Ada peluang bahwa mitos negara Eropa susah juara di Amerika bakal terbantahkan untuk kedua kalinya. Mengapa demikian?
Babak perempat final Piala Dunia tahun 2026 akan sangat menarik. Dari delapan tim yang tersisa, enam berasal dari Eropa. Setiap negara termasuk Prancis, Inggris, Spanyol, Belgia, Norwegia, dan Swiss. Satu-satunya wakil Amerika Selatan adalah Argentina, sementara satu-satunya wakil Afrika adalah Maroko.
Tidak ada lagi wakil Asia, CONCACAF, maupun Oseania. Bahkan tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, seluruhnya tersingkir sebelum babak perempat final.
Baca Juga:Nonton Pertandingan Piala AFF 2026 di Mana? Cek TV Pemegang Hak Siar dan Link Live StreamingViral Kontroversi Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Apakah Pertandingan Argentina vs Mesir Diulang?
Komposisi itu membuat pertanyaan lama kembali mengemuka. Selama puluhan tahun, sepak bola mengenal semacam “mitos geografis”: negara Eropa diyakini sulit juara ketika Piala Dunia berlangsung di Amerika. Apakah benar demikian?
Dominasi Eropa Kian Terlihat di Piala Dunia 2026
Selama hampir satu abad penyelenggaraan, persaingan gelar juara Piala Dunia memang selalu didominasi negara-negara Eropa dan Amerika Selatan. Belum pernah tim dari Asia, Afrika, Amerika Utara, maupun Oseania juara turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
Meski demikian, perkembangan hingga Piala Dunia 2026 menunjukkan kalau ada perubahan kekuatan. Jika dulu narasi besarnya seputar persaingan antara Eropa dan Amerika Selatan, sekarang kompetisi cenderung mengarah pada dominasi Eropa atas kawasan lain.
Wakil UEFA sejauh ini tampil impresif di Piala Dunia 2026. Prancis, Inggris, Spanyol, Belgia, Swiss, hingga Norwegia mengamankan tiket menuju perempat final. Kehadiran Norwegia termasuk kejutan tersendiri karena untuk pertama kalinya negara tersebut menembus delapan besar Piala Dunia setelah mendepak Brasil.
Di sisi lain, Maroko kembali membuktikan bahwa pencapaian mereka pada Piala Dunia 2022 bukan sekadar keberuntungan. Setelah jadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal empat tahun lalu, Singa Atlas kembali melangkah ke perempat final dan jadi satu-satunya harapan Benua Afrika.
Sementara itu, Asia kembali gagal menembus empat besar. Jepang memang terus menunjukkan perkembangan dan konsisten lolos ke fase gugur, tetapi langkah mereka kembali terhenti sebelum semifinal. Artinya, pencapaian Korea Selatan sebagai semifinalis Piala Dunia 2002 masih menjadi prestasi terbaik wakil Asia hingga saat ini.
