Brigjen Wahyo Yuniartoto: Perjalanan Karier Sang Mantan Ajudan Prabowo yang Kini Pimpin Direktorat BAIS

Brigadir Jenderal TNI Wahyo Yuniartoto
Brigadir Jenderal TNI Wahyo Yuniartoto foto: @@wahyo.yuniartoto
0 Komentar

Penugasan di Luar Militer

Selain tugas militer, Wahyo juga dikenal aktif di dunia olahraga, khususnya pencak silat. Ia dipercaya sebagai Manajer Tim Pencak Silat Indonesia pada Kejuaraan Dunia di Malaysia tahun 2022, di mana Indonesia berhasil menjadi juara umum .

Pengalamannya berlanjut di SEA Games 2023 di Kamboja, di mana ia kembali menjadi manajer tim pencak silat Indonesia. Dalam ajang tersebut, ia menjadi sorotan saat menghadapi pelatih Vietnam yang memprotes hasil pertandingan. Saat pelatih Vietnam meluapkan emosi dan melakukan provokasi, Wahyo turun tangan dan berhasil meredakan situasi . Tim pencak silat Indonesia pun berhasil menjadi juara umum pada SEA Games 2023 .

Wahyo juga beberapa kali terlibat dalam satuan tugas penanggulangan bencana, di antaranya sebagai Komandan Satuan Tugas bencana erupsi Gunung Kelud 2014, bencana tanah longsor Jemblung, dan bencana tanah longsor Cijeruk, Bogor, pada 2018 .

Baca Juga:Prabowo Soroti Ekonomi Tumbuh tapi Rakyat Miskin Bertambah, Ekonom Ungkap PenyebabnyaDPR Usul Gaji Guru Minimal Rp5 Juta per Bulan, Prabowo Akui Anggaran Jadi Kendala

Di lingkungan militernya, Wahyo dikenal dengan julukan “Bapak Matahari” karena kemampuannya sebagai motivator dengan gaya bicara yang khas, tegas, dan bersemangat .

Menjadi Ajudan Presiden Prabowo

Pada Oktober 2024, nama Wahyo mulai dikenal luas setelah ditunjuk sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto. Ia menggantikan Mayor Teddy Indra Wijaya yang diangkat menjadi Sekretaris Kabinet dalam Kabinet Merah Putih .

Sebagai ajudan presiden, Wahyo bertugas melaksanakan pengamanan fisik terhadap keselamatan Presiden dalam jarak dekat. Posisi ini biasanya diisi oleh perwira yang memiliki rekam jejak operasional baik serta tingkat kepercayaan tinggi dari pimpinan .

Pecah Bintang dan Promosi Jabatan

Pada akhir tahun 2025, karier Wahyo mencatat tonggak penting. Dalam mutasi besar-besaran yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terhadap 187 Perwira Tinggi TNI, Wahyo mendapatkan promosi jabatan dan kenaikan pangkat .

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tertanggal 15 Desember 2025. Wahyo yang saat itu masih berpangkat Kolonel diangkat menjadi Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Kodam IX/Udayana, sebuah jabatan yang membuatnya naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI atau “pecah bintang” .

Kepala Pusat Penerangan TNI saat itu, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, membenarkan kenaikan pangkat Wahyo bersama ajudan presiden lainnya, Kolonel Pnb Anton Pallaguna, yang juga naik pangkat menjadi Marsekal Pertama .

0 Komentar