RADARCIREBON.TV – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi perekonomian Indonesia yang dinilainya mengalami anomali. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat seharusnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, namun kenyataannya masih banyak warga yang menghadapi tekanan ekonomi.
Dalam pernyataannya, Prabowo mempertanyakan bagaimana sebuah negara dapat terus bertambah kaya, sementara jumlah masyarakat miskin dan kelompok rentan justru masih menjadi perhatian. Ia juga menyoroti berkurangnya jumlah masyarakat kelas menengah yang dinilai perlu diwaspadai.
Menanggapi hal tersebut, ekonom menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) tidak selalu menunjukkan pemerataan kesejahteraan masyarakat. PDB hanya menggambarkan besarnya aktivitas ekonomi secara keseluruhan, tetapi tidak menjelaskan bagaimana hasil pertumbuhan tersebut didistribusikan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga:DPR Usul Gaji Guru Minimal Rp5 Juta per Bulan, Prabowo Akui Anggaran Jadi KendalaDudung Dukung Pernyataan Prabowo Soal Demo Bayaran: Informasi Itu Benar Adanya
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, Rizal Taufiqurrahman, mengatakan bahwa ekonomi dapat tetap tumbuh meskipun sebagian masyarakat belum merasakan peningkatan pendapatan. Bahkan, ada kelompok masyarakat yang mengalami penurunan daya beli akibat tekanan ekonomi yang masih berlangsung.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin sebenarnya mengalami penurunan dalam periode terakhir. Namun, tekanan terhadap kelompok kelas menengah dan masyarakat rentan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Pernyataan Prabowo tersebut menjadi sorotan karena menekankan pentingnya memastikan hasil pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat. Sejumlah ekonom menilai, selain menjaga pertumbuhan, pemerintah juga perlu memperkuat pemerataan pendapatan, meningkatkan kualitas lapangan kerja, serta menjaga daya beli masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.
Sejumlah pengamat menilai bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diiringi dengan pemerataan manfaat agar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Selain menjaga stabilitas ekonomi nasional, pemerintah juga dinilai perlu memperluas lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat program perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus memperkuat kelas menengah sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dari angka statistik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.
