RADARCIREBON.TV – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah wilayah Kota Medan, Sumatera Utara. Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan mengular di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan sebagian warga mengaku harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Antrean panjang mulai terlihat sejak pagi dan didominasi oleh sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan. Di beberapa SPBU, barisan kendaraan memanjang hingga keluar area pengisian dan menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.
Sejumlah warga mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya karena stok BBM di beberapa titik telah habis. Kondisi ini membuat waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan bakar menjadi lebih lama dari biasanya.
Baca Juga:Update Harga BBM Hari Ini 8 Juli 2026: Mayoritas Turun, Harga Pertalite TetapHarga BBM Pertamina Turun Awal Juli 2026, Bisa Bikin Ongkos Ojol di Cirebon-Majalengka Ikut Turun?
Warga Keluhkan Waktu Tunggu yang Lama
Kelangkaan BBM turut mengganggu aktivitas masyarakat. Tidak sedikit pengendara yang terpaksa mengantre selama beberapa jam demi memperoleh bahan bakar untuk bekerja maupun menjalankan usaha.
Beberapa warga berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Dampak Kelangkaan BBM
Antrean panjang di SPBU tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor.
Beberapa dampak yang mulai dirasakan antara lain:
- Kemacetan di sekitar SPBU akibat antrean kendaraan.
- Aktivitas masyarakat terganggu karena waktu banyak terbuang untuk mengantre.
- Operasional pelaku usaha dan transportasi menjadi kurang optimal.
- Meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM dalam beberapa hari ke depan.
Meski demikian, sebagian warga tetap memilih mengantre dibanding membeli BBM dari sumber yang tidak resmi.
Penyebab Masih Ditelusuri
Hingga kini, penyebab pasti kelangkaan BBM di sejumlah SPBU Medan masih menjadi perhatian pihak terkait. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi BBM dapat berjalan lebih merata.
Pemerintah bersama pihak terkait terus berupaya memastikan pasokan BBM kembali normal secepat mungkin. Evaluasi terhadap distribusi dan penyaluran juga dilakukan guna mencegah antrean panjang berlanjut.
Sementara itu, pengendara diminta mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses pengisian bahan bakar berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus mengurangi kepadatan di area SPBU.
