- Tragedi Rio de Janeiro: Pada Desember 1983, trofi asli yang disimpan di dalam lemari kaca anti-peluru di markas Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) di Rio de Janeiro dibobol paksa. Kawanan pencuri memanfaatkan celah dinding bagian belakang lemari yang ternyata hanya terbuat dari kayu tripleks.
- Nasib Akhir: Ini adalah akhir tragis bagi Trofi Jules Rimet asli. Para pencuri membawa piala tersebut ke pemurnian emas lokal dan melelehkannya menjadi batangan emas biasa untuk dijual. Trofi asli Jules Rimet dinyatakan hilang selamanya dari sejarah dunia, dan Brasil kini hanya memegang replikanya.
Komparasi Dua Generasi Trofi Piala Dunia
| Karakteristik | Trofi Pertama (Jules Rimet) | Trofi Modern (FIFA World Cup Trophy) |
| Tahun Penggunaan | 1930 – 1970 | 1974 – Sekarang |
| Material / Kadar Emas | Perak murni dilapisi emas murni | Emas murni 18 karat (berat 6,1 kilogram) |
| Desainer | Abel Lafleur (Prancis) | Silvio Gazzaniga (Italia) |
| Status Kepemilikan | Bisa dimiliki permanen (jika juara 3 kali) | Hak milik mutlak FIFA (tidak bisa berpindah) |
| Nasib Trofi Asli | Hancur / Dilelehkan maling pada 1983 | Tersimpan aman di Brankas FIFA, Swiss |
Aturan Ketat FIFA Terbaru Melindungi Trofi Modern
Pada tahun 1974, FIFA membuat trofi baru, FIFA World Cup Trophy, berdasarkan sejarah buruk kehilangan Jules Rimet. Dalam situasi ini, protokol keamanan berlapis yang sangat ketat digunakan:
- Hak Milik Tidak Bisa Berpindah
Tidak ada lagi negara yang boleh memiliki trofi asli secara permanen, tidak peduli berapa kali mereka memenangkan Piala Dunia.
- Sistem Brankas FIFA
Trofi emas asli seberat 6,1 kilogram ini selalu disimpan di dalam brankas super ketat di Markas Besar FIFA di Zurich, Swiss.
Baca Juga:Cara Nonton Live Streaming SEA V Cup 2026 Putra Leg 1, Apakah Tayang di Moji TV?Kapan Pertandingan Timnas Putri Indonesia vs Kamboja? Cek Jadwal AFF Women's Cup 2026 dan Syarat Juara Grup
- Replika untuk Negara Juara
Tim nasional yang memenangkan turnamen (seperti Argentina pada Piala Dunia 2022 sebelumnya) hanya diizinkan memegang trofi asli saat selebrasi di atas lapangan stadion. Begitu pesta usai, trofi asli langsung ditarik kembali oleh petugas keamanan FIFA. Negara pemenang hanya diperbolehkan membawa pulang sebuah replika resmi terbuat dari perunggu yang dilapisi emas (World Cup Winners’ Trophy)
