Rupiah Naik Lagi ke Rp18.070 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Mata uang Garuda dibuka di level Rp18.070 per dolar AS, menguat 21 poin atau sekitar 0,12 persen.
src-img : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nilai tukar rupiah memulai perdagangan pada Rabu (15/7) pagi dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda dibuka di level Rp18.070 per dolar AS, menguat 21 poin atau sekitar 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah terjadi di tengah tren pelemahan dolar AS yang juga mendorong mayoritas mata uang di kawasan Asia serta sejumlah mata uang utama dunia bergerak menguat.

Rupiah Menguat Bersama Mayoritas Mata Uang Asia

Pergerakan positif rupiah sejalan dengan apresiasi yang dialami sejumlah mata uang Asia terhadap dolar AS.

Baca Juga:Kram Kaki Saat Tidur: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tips MencegahnyaNilai Tukar Rupiah Hari Ini Menguat terhadap Dolar AS, Simak Kurs Referensi BI 15 Juli 2026

Beberapa mata uang yang turut menguat pada perdagangan pagi ini antara lain:

  • Yuan China naik 0,09 persen.
  • Peso Filipina menguat 0,10 persen.
  • Ringgit Malaysia terapresiasi 0,26 persen.
  • Dolar Singapura naik 0,07 persen.
  • Yen Jepang menguat 0,10 persen.
  • Dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.

Won Korea Selatan Jadi Pengecualian

Di antara mata uang Asia lainnya, hanya won Korea Selatan yang bergerak berlawanan arah dengan melemah sekitar 0,05 persen terhadap dolar AS.

Mata Uang Negara Maju Ikut Menguat

Penguatan terhadap dolar AS tidak hanya terjadi di kawasan Asia. Sejumlah mata uang utama negara maju juga mencatatkan kenaikan pada awal perdagangan.

Euro hingga Dolar Australia Terapresiasi

Beberapa mata uang yang menguat meliputi:

  • Euro Eropa naik 0,16 persen.
  • Poundsterling Inggris menguat 0,09 persen.
  • Dolar Australia naik 0,17 persen.
  • Dolar Kanada terapresiasi 0,11 persen.
  • Franc Swiss menguat 0,07 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap dolar AS terjadi secara lebih luas di pasar keuangan global.

Inflasi AS Jadi Pendorong Penguatan Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini.

Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan Pasar

Menurut Lukman, pelemahan dolar AS dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Baca Juga:7 Alasan Mengapa Penumpang Tidak Boleh Pindah Kursi Sembarangan di PesawatJangan Asal Daftar SIM Card, Komdigi Tegaskan Pakai NIK Orang Lain Bisa Dipidana

Kondisi tersebut meningkatkan harapan pelaku pasar bahwa Federal Reserve berpotensi menurunkan suku bunga, sehingga memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Penguatan Rupiah Diperkirakan Masih Terbatas

0 Komentar