Sebaliknya, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan penggunaan air bersih dalam jumlah besar apabila dilakukan secara rutin oleh jutaan perempuan.
Karena itu, para peneliti menilai edukasi mengenai pengelolaan limbah menstruasi masih perlu ditingkatkan. Masyarakat perlu memahami bahwa pembalut sekali pakai dan pembalut pakai ulang memiliki cara penanganan yang berbeda.
Cara Membuang Pembalut Sekali Pakai Menurut WHO
Langkah yang Dianjurkan
Agar tetap higienis dan aman bagi lingkungan sekitar, WHO menganjurkan beberapa langkah berikut:
Baca Juga:Anak Belum Mau Ditinggal di Sekolah? Simak Cara Membantu Masa AdaptasinyaWanita Harus Tahu Ini! Ini Dia Rekomendasi Merk Pembalut Wanita Terbaik
- Lipat pembalut setelah selesai digunakan.
- Bungkus menggunakan kemasan pembalut, tisu, atau kertas agar darah tidak terlihat.
- Buang ke tempat sampah yang tersedia.
- Jangan membuang pembalut ke dalam toilet karena dapat menyebabkan saluran pembuangan tersumbat.
Sementara itu, untuk pembalut kain atau produk menstruasi yang dapat digunakan kembali, pengguna disarankan mencucinya menggunakan air dan sabun, kemudian mengeringkannya hingga benar-benar kering sebelum dipakai lagi.
Penting Memahami Perbedaan Jenis Produk Menstruasi
Memahami perbedaan antara pembalut sekali pakai dan pembalut pakai ulang menjadi langkah penting dalam menjaga kebersihan sekaligus mengelola limbah menstruasi dengan benar.
Jika menggunakan pembalut sekali pakai, tidak ada kewajiban untuk mencucinya terlebih dahulu sebelum dibuang. Yang paling utama adalah membungkusnya dengan baik, lalu membuangnya ke tempat sampah sesuai anjuran. Dengan cara tersebut, kebersihan tetap terjaga tanpa harus menggunakan air secara berlebihan.
