Mitos atau Fakta? Pembalut Bekas Harus Dicuci Sebelum Dibuang

Sebagian orang meyakini mencuci pembalut bekas merupakan langkah yang lebih bersih dan sopan.
Pembalut sekali pakai tidak perlu dicuci sebelum dibuang. Cukup bungkus dengan rapi, lalu buang ke tempat sampah sesuai anjuran WHO. src-img : pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Perdebatan mengenai apakah pembalut sekali pakai perlu dicuci sebelum dibuang kembali ramai dibahas di media sosial. Sebagian orang meyakini mencuci pembalut bekas merupakan langkah yang lebih bersih dan sopan, sementara yang lain memilih langsung membuangnya setelah dibungkus. Lalu, bagaimana anjuran dari sisi kesehatan?

Berdasarkan pedoman World Health Organization (WHO), pembalut sekali pakai tidak perlu dicuci sebelum dibuang. Hal yang lebih penting adalah memastikan limbah tersebut dibuang dengan cara yang benar agar tetap higienis dan tidak mencemari lingkungan.

WHO: Pembalut Sekali Pakai Tidak Perlu Dicuci

WHO menjelaskan bahwa pengelolaan produk menstruasi harus disesuaikan dengan jenis produk yang digunakan.

Baca Juga:Anak Belum Mau Ditinggal di Sekolah? Simak Cara Membantu Masa AdaptasinyaWanita Harus Tahu Ini! Ini Dia Rekomendasi Merk Pembalut Wanita Terbaik

Untuk pembalut sekali pakai (disposable sanitary pad), pengguna cukup melipat pembalut setelah dipakai, kemudian membungkusnya menggunakan kemasan pembalut, tisu, atau kertas agar darah tidak terlihat. Setelah itu, pembalut dapat langsung dibuang ke tempat sampah yang tersedia.

Berbeda dengan pembalut sekali pakai, pembalut kain atau reusable pad memang dirancang untuk digunakan berulang kali. Karena itu, produk tersebut harus dicuci menggunakan air dan sabun hingga bersih, kemudian dikeringkan sampai benar-benar kering sebelum digunakan kembali.

Mengapa Banyak Orang Masih Mencuci Pembalut Bekas?

Kebiasaan yang Dipengaruhi Budaya

Meski WHO tidak mewajibkan pembalut sekali pakai dicuci sebelum dibuang, kebiasaan tersebut masih cukup banyak dilakukan di Indonesia.

Hal ini terungkap dalam penelitian berjudul A Study on Menstrual Hygiene Management in West Java, Indonesia. Studi tersebut menemukan bahwa hampir seluruh responden terbiasa membilas pembalut bekas sebelum membuangnya.

Dalam satu kali pencucian, setiap pembalut rata-rata menggunakan sekitar 3 hingga 5 liter air.

Menurut para peneliti, kebiasaan tersebut bukan didasarkan pada alasan medis ataupun kesehatan. Sebaliknya, praktik ini lebih dipengaruhi oleh norma budaya, kebiasaan yang diwariskan dalam keluarga, serta rasa sungkan apabila pembalut yang masih berlumuran darah terlihat oleh orang lain.

Studi: Tidak Ada Bukti Mencuci Pembalut Lebih Higienis

Belum Ada Manfaat Kesehatan Tambahan

Penelitian yang sama juga menegaskan bahwa hingga kini belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan mencuci pembalut sekali pakai sebelum dibuang memberikan manfaat kesehatan tambahan dibandingkan langsung membuangnya sesuai prosedur.

0 Komentar