Tumpukan Sampah Kembali Muncul Di Pusat Kuliner – Video

Tumpukan Sampah Kembali Muncul Di Pusat Kuliner
0 Komentar

Gunungan sampah kembali muncul di kawasan pusat kuliner Kabupaten Cirebon di Jalan H. Abbas Weru Lor. Kondisi yang telah berulang kali terjadi selama dua bulan terakhir ini dikeluhkan pedagang karena dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung serta menurunkan pendapatan mereka.‎Tumpukan sampah tampak berada tepat di sisi kawasan pusat kuliner yang menjadi lokasi berjualan lebih dari dua ratus pedagang. Kondisi tersebut menjadi pandangan pertama bagi pengunjung yang datang ke sentra kuliner maupun wisata Batik Trusmi.‎Anggota Paguyuban PKL Jalan H. Abbas Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Aji Sinyoto menyebut, penumpukan sampah telah berlangsung sekitar satu bulan dan berulang kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, pihak pedagang sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Dinas Lingkungan Hidup, namun hingga kini belum ada penanganan yang permanen.‎Aji menjelaskan, sampah tidak hanya berasal dari pedagang, melainkan juga dari pengguna jalan dan masyarakat luar yang membuang sampah di lokasi tersebut. Padahal, para pedagang tetap membayar retribusi kebersihan sebesar dua ribu rupiah setiap hari.‎‎Dampak kondisi tersebut mulai dirasakan langsung oleh para pedagang. Muhammad Yanni, pedagang minuman capucino, mengaku jumlah pengunjung terus berkurang dibanding saat awal pusat kuliner dibuka pada Juli dua ribu dua puluh lima.‎Menurut Yanni, keberadaan gunungan sampah membuat sebagian pengunjung merasa tidak nyaman untuk berlama-lama berada di kawasan tersebut. Akibatnya, pendapatan pedagang ikut menurun hingga mencapai tiga puluh lima persen.‎Yanni berharap pemerintah daerah segera memindahkan titik pembuangan sampah ke lokasi yang lebih layak agar kawasan pusat kuliner kembali bersih dan menarik bagi pengunjung.‎Para pedagang berharap penanganan sampah dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Mereka menilai kebersihan menjadi salah satu faktor penting untuk menghidupkan kembali pusat kuliner yang sejak awal diharapkan menjadi penunjang kawasan wisata Batik Trusmi.

0 Komentar