DLH Akui Pengangkutan Sampah Mengalami Kendala – Video

DLH Akui Pengangkutan Sampah Mengalami Kendala
0 Komentar

Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Cirebon mengakui pengangkutan sampah di kawasan pusat kuliner Jalan H. Abbas Weru Lor belum berjalan optimal. Kondisi tersebut disebut dipengaruhi oleh kerusakan alat berat di tempat pemrosesan akhir serta keterbatasan armada pengangkut sampah yang harus melayani seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.

Menanggapi keluhan pedagang mengenai gunungan sampah di kawasan pusat kuliner Trusmi, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup, DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto menegaskan bahwa pihaknya selama ini tetap melakukan pengangkutan sampah di lokasi tersebut. Bahkan, menurutnya, saat sampah mulai menumpuk tanpa adanya permintaan sekalipun, petugas tetap berupaya melakukan pengangkutan.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, proses pengangkutan tidak berjalan maksimal karena terkendala kerusakan alat berat yang digunakan untuk menata sampah di tempat pemrosesan akhir. Akibatnya, proses pembuangan dan penataan sampah menjadi lebih lambat sehingga berdampak pada penumpukan sampah di sejumlah titik, termasuk kawasan pusat kuliner Trusmi.

Baca Juga:MPLS Ramah Lingkungan Dengan Penghijauan Sekolah – Video‎DPRD Kabupaten Cirebon Dorong Program Literasi Disarpus – Video

Selain kendala alat berat, DLH juga menghadapi keterbatasan armada pengangkut. Saat ini, hanya tersedia enam puluh empat kendaraan yang harus dibagi untuk melayani wilayah barat dan timur Kabupaten Cirebon. Kondisi ini membuat penjadwalan pengangkutan harus dilakukan secara bergilir sesuai prioritas.

Suyanto menyebut, permasalahan serupa tidak hanya terjadi di kawasan Trusmi, tetapi juga di beberapa titik lain seperti Arjawinangun yang membutuhkan intensitas pengangkutan tinggi dengan jumlah armada yang terbatas.

Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup memastikan penanganan sampah di kawasan pusat kuliner menjadi salah satu prioritas. DLH menargetkan pengangkutan sampah dapat dilakukan secara maksimal pada pekan depan seiring normalisasi kondisi armada dan operasional di tempat pemrosesan akhir.

Pemerintah berharap percepatan pengangkutan tersebut dapat memulihkan kebersihan kawasan pusat kuliner, sekaligus mendukung kenyamanan pedagang dan pengunjung yang menjadi bagian dari kawasan wisata Batik Trusmi.

0 Komentar