Di sisi lain, kolaborasi teknologi ini juga beriringan dengan komitmen penguatan investasi. China secara khusus meminta Indonesia untuk mempertahankan iklim usaha yang adil, kondusif, dan setara bagi para pelaku usaha asal Negeri Tirai Bambu.
Menjawab ekspektasi itu, Airlangga memastikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia sangat terbuka terhadap investasi teknologi dan industri dari China. Pemerintah berkomitmen menciptakan regulasi yang ramah investasi guna mempercepat transfer teknologi dan memperkuat rantai pasok dalam negeri melalui proyek-proyek strategis seperti Two Countries, Twin Parks.
Dengan kemitraan AI ini, Jakarta dan Beijing berharap dapat menciptakan sinergi baru yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara, tetapi juga memberikan alternatif keseimbangan baru dalam peta teknologi dunia. Dunia kini menyaksikan bangkitnya Selatan Global di era kecerdasan buatan!
