4 Studio Hollywood yang Kini Memakai AI dalam Proses Produksi Film

Sejumlah studio Hollywood kini mulai mengadopsi teknologi AI untuk mendukung berbagai tahapan produksi film.
src-img : pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus meluas ke berbagai sektor, termasuk industri perfilman dunia. Sejumlah studio Hollywood kini mulai mengadopsi teknologi AI untuk mendukung berbagai tahapan produksi film, mulai dari proses pengembangan ide hingga pascaproduksi.

Meski pemanfaatan AI masih menjadi perdebatan di kalangan industri kreatif, beberapa studio menegaskan bahwa teknologi tersebut digunakan sebagai alat pendukung, bukan untuk menggantikan kreativitas manusia. Mereka juga mengklaim tetap menjaga perlindungan hak cipta dan hanya memanfaatkan data maupun aset yang memiliki izin resmi.

Berikut sejumlah studio Hollywood yang diketahui telah memanfaatkan AI dalam proses kerja perfilman.

Baca Juga:Penumpang GoCar Kena Denda Rp3.000 Jika Batalkan Pesanan, Simak Syarat dan KetentuannyaEra AI Dimulai, China Hapus Ribuan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Industri

A24 Kembangkan Teknologi AI untuk Membantu Sineas

Studio independen A24 menjalin kerja sama riset dengan Google melalui unit DeepMind untuk mengembangkan teknologi berbasis AI yang dapat membantu para pembuat film.

Lewat divisi A24 Labs, studio tersebut sedang mengembangkan aplikasi storyboard berbasis AI. Teknologi ini ditujukan untuk mempermudah proses perencanaan produksi tanpa menghilangkan kendali kreatif para sineas.

Ketua divisi teknologi A24 Labs, Scott Belsky, menyebut AI dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab sehingga tetap memberi ruang bagi kreativitas sekaligus mendorong lahirnya ide-ide baru dalam produksi film.

AI Tetap Diposisikan sebagai Alat Pendukung

Menurut A24, teknologi AI bukan untuk menggantikan kreator. Sebaliknya, AI diharapkan mampu membantu proses kreatif agar lebih efisien tanpa mengurangi peran utama manusia dalam menghasilkan karya.

Disney Gunakan AI untuk Mempercepat Proses Desain

Walt Disney Imagineering Research & Development juga mulai memanfaatkan AI melalui kolaborasi dengan Adobe.

Kerja sama yang diumumkan pada 16 Juni 2026 itu bertujuan mempercepat proses desain dan visualisasi pra-produksi untuk Disney Parks and Experiences.

Teknologi tersebut diwujudkan melalui Adobe Firefly Foundry yang dikembangkan menggunakan aset berlisensi serta aset proprietary milik Disney. Model AI itu juga disesuaikan agar mampu memahami karakter visual dari masing-masing waralaba Disney.

Baca Juga:Bahlil Turunkan Harga Gas Industri Jadi US$13 per MMBTU, Upaya Cegah PHK di Sektor ManufakturProgram Beasiswa AI Anthropic Tawarkan Gaji Rp1,5 Miliar per Tahun, Apakah Warga Indonesia Bisa Mendaftar?

Fokus pada Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Disney menegaskan bahwa pengembangan model AI dilakukan menggunakan materi yang telah memiliki lisensi resmi sehingga tetap memperhatikan aspek hak kekayaan intelektual.

0 Komentar