RADARCIREBON.TV – Piala Dunia 2026 baru saja usai, tetapi gema yang ditinggalkannya justru semakin keras. Di balik euforia kemenangan Spanyol, organisasi sepak bola dunia, FIFA, justru berada di pusaran badai kontroversi. Mulai dari investigasi disipliner terhadap Argentina pasca-final, kontroversi kartu merah yang dihapus, hingga rekor pendapatan yang mencengangkan, FIFA kembali menjadi sorotan utama di dunia olahraga.
Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan 48 tim dan 104 pertandingan. Namun, besarnya skala turnamen juga membawa konsekuensi yang tidak sedikit bagi badan pengatur sepak bola dunia.
Investigasi FIFA terhadap Argentina: Final Berdarah di New Jersey
FIFA resmi membuka investigasi disipliner terhadap Argentina menyusul insiden kekerasan yang terjadi setelah peluit panjang dibunyikan dalam final Piala Dunia 2026. Pertandingan yang dimenangkan Spanyol 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu itu berakhir dengan kericuhan besar di lapangan MetLife Stadium, New Jersey.
Baca Juga:Final dengan Pertunjukan Pertama: Kontroversi Jeda 27 Menit di Piala Dunia 2026Pesta Rakyat Spanyol: 2 Juta Orang Sambut 'Raja Dunia' di Madrid
Insiden dipicu oleh bek Argentina, Nahuel Molina, yang diduga meninju perut gelandang Spanyol, Rodri, saat para pemain La Roja merayakan kemenangan. Hal ini memicu reaksi berantai. Gelandang Argentina, Leandro Paredes, terlibat dalam aksi kekerasan terhadap dua pemain Spanyol. Paredes didorong dan dicekik leher bek Eric Garcia, lalu membanting gelandang muda Gavi ke tanah. Asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, juga terlibat dalam insiden tersebut.
FIFA menyatakan bahwa mereka telah menunjuk seorang Jaksa Disiplin dan Etika untuk menyelidiki potensi pelanggaran Kode Disiplin FIFA pasca-insiden tersebut. “Setelah penilaian terhadap laporan pertandingan final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina, dan sesuai dengan pasal 36 Kode Disiplin FIFA, Komite Disiplin FIFA telah menunjuk seorang Jaksa Disiplin dan Etika untuk menyelidiki potensi pelanggaran Kode Disiplin FIFA terkait insiden pasca-pertandingan,” demikian bunyi pernyataan resmi FIFA.
Ini bukan pertama kalinya Argentina menghadapi masalah disipliner di turnamen ini. Sebelumnya, FIFA juga menyelidiki insiden di semifinal ketika para pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” (Malvinas adalah milik Argentina) setelah kemenangan atas Inggris. Tindakan tersebut dianggap melanggar aturan yang melarang pernyataan politik dalam sepak bola.
