Dari Trump hingga Investigasi Final: FIFA di Pusaran Kontroversi Pasca Piala Dunia 2026

Donald Trump
Donald Trump foto: @realdonaldtrump
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Piala Dunia 2026 telah usai, tetapi gema kontroversi yang menyertainya justru semakin keras. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan 48 tim dan 104 pertandingan. Namun, besarnya skala turnamen justru membawa FIFA ke dalam sorotan tajam, mulai dari intervensi politik tingkat tinggi, keputusan kontroversial yang dipertanyakan, hingga investigasi disipliner pasca-final.

Dari campur tangan Presiden AS Donald Trump dalam keputusan wasit, kecaman dari lembaga Eropa, hingga tuduhan konspirasi yang menyebut FIFA “mengatur” kemenangan untuk Argentina, inilah rangkaian kontroversi yang membayangi sepak bola dunia pasca-Piala Dunia 2026.

Intervensi Trump: Kartu Merah Balogun Dibatalkan di Tengah Turnamen

Salah satu kontroversi terbesar terjadi di babak 32 besar, ketika keputusan FIFA mengejutkan banyak pihak. Wasit mengganjar penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dengan kartu merah yang seharusnya membuatnya absen di laga 16 besar melawan Belgia. Namun, FIFA justru mencabut kartu merah tersebut dan mengizinkan Balogun bermain.

Baca Juga:Dari Final Berdarah hingga Rekor Rp 233 Triliun: FIFA di Tengah Sorotan Usai Piala Dunia 2026Final dengan Pertunjukan Pertama: Kontroversi Jeda 27 Menit di Piala Dunia 2026

Keputusan ini menuai kecaman karena terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino. Meskipun FIFA bersikeras bahwa keputusan tersebut diambil secara independen oleh komite disiplin, banyak pihak menilai ini sebagai bentuk intervensi politik yang berbahaya. UEFA bahkan menyebut keputusan ini “melewati garis merah” dalam supremasi hukum sepak bola. Presiden UEFA Aleksander Ceferin pun memboikot final Piala Dunia sebagai bentuk protes.

Eropa, melalui Sekretaris Jenderal Dewan Eropa Alain Berset, mengkritik keras keputusan tersebut. “Sanksi ditangguhkan di tengah tekanan, hanya dalam hitungan hari, tanpa alasan yang diberikan. Kewenangan wasit dipertanyakan,” tulis Berset dalam surat terbuka kepada FIFA. Dewan Eropa bahkan mendesak FIFA untuk segera melakukan reformasi menyeluruh, menuding turnamen ini “dipenuhi oleh tekanan politik dan pasar taruhan”.

Tuduhan Konspirasi: “FIFA Ingin Berikan Piala ke Argentina”

Kontroversi juga datang dari media Spanyol yang menuduh FIFA “ingin memberikan Piala Dunia kepada Argentina”. Tuduhan ini muncul setelah beberapa keputusan wasit dianggap menguntungkan Argentina sepanjang turnamen. Tuduhan ini bahkan diperkuat ketika bintang Portugal, Cristiano Ronaldo, secara terbuka “menyukai” unggahan media Spanyol yang berisi tuduhan tersebut.

0 Komentar