Dari Final Berdarah hingga Rekor Rp 233 Triliun: FIFA di Tengah Sorotan Usai Piala Dunia 2026

Timnas Spanyol
Timnas Spanyol foto: @fifa
0 Komentar

Kontroversi Kartu Merah Paredes: Dikeluarkan, Lalu Dihapus

Dalam perkembangan yang membingungkan, FIFA awalnya melaporkan bahwa wasit Slavko Vincic telah mengeluarkan kartu merah langsung kepada Leandro Paredes atas keterlibatannya dalam kericuhan. Namun, kartu merah tersebut kemudian dihapus dari catatan resmi pertandingan.

FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa tidak ada tindakan disipliner yang diambil terhadap Paredes pada saat itu. Akibatnya, setiap sanksi terhadap Paredes hanya dapat muncul dari investigasi retrospektif yang mungkin dibuka oleh komite disiplin FIFA. BBC melaporkan bahwa penghapusan kartu merah ini berarti kartu merah yang tercatat untuk Argentina dalam laporan resmi final hanya satu, yaitu kartu merah yang diterima Enzo Fernandez setelah dua kartu kuning di masa injury time babak kedua.

Keputusan FIFA ini menuai kebingungan dan kritik, terutama mengingat bukti video yang menunjukkan dengan jelas keterlibatan Paredes dalam insiden kekerasan. Legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer, yang menjadi komentator untuk BBC, mengkritik perilaku Paredes dengan keras. “Paredes melepaskan dua atau tiga pukulan ke arah wajah seseorang. Dia menyerang mereka. Tidak ada tempat untuk itu,” tegas Shearer. Mantan kiper Inggris, Joe Hart, menyebut perilaku Argentina sebagai “menjijikkan”.

Baca Juga:Final dengan Pertunjukan Pertama: Kontroversi Jeda 27 Menit di Piala Dunia 2026Pesta Rakyat Spanyol: 2 Juta Orang Sambut 'Raja Dunia' di Madrid

Hadiah Fantastis: Spanyol Bawa Pulang Rp 821 Miliar

Di tengah kontroversi, FIFA juga mencatat rekor dalam hal finansial. Total hadiah uang untuk Piala Dunia 2026 mencapai angka fantastis. Sumber berbeda melaporkan total hadiah antara US$ 655 juta hingga US$ 871 juta (sekitar Rp 11,8 triliun hingga Rp 15,7 triliun).

Sebagai juara, Spanyol menerima hadiah sebesar US$ 50-51 juta (sekitar Rp 821 miliar). Argentina sebagai runner-up mendapatkan US$ 33-34 juta, sementara Inggris yang finis di peringkat ketiga meraih US$ 29-30 juta.

Seluruh 48 tim peserta juga mendapatkan dana partisipasi minimum, dengan jaminan setidaknya US$ 12,5 juta (sekitar Rp 206 miliar) per tim, yang mencakup US$ 10 juta untuk partisipasi fase grup dan US$ 2,5 juta untuk biaya persiapan.

Rekor Pendapatan FIFA: Rp 233 Triliun dari Piala Dunia 2026

Di balik hadiah besar yang dibagikan kepada peserta, FIFA justru meraup keuntungan yang jauh lebih besar. Berdasarkan laporan dari berbagai media, FIFA diperkirakan menghasilkan pendapatan rekor hingga US$ 15,2 miliar (sekitar Rp 233 triliun) dari Piala Dunia 2026. Angka ini jauh melampaui target awal FIFA sebesar US$ 11 miliar.

0 Komentar