Karakteristik dan Perilaku Monyet Likweli
Hidup Berkelompok di Kanopi Hutan
Likweli diketahui hidup dalam kelompok kecil yang rata-rata beranggotakan sekitar enam ekor. Habitat utamanya berada di kanopi hutan hujan yang lebat.
Peneliti mengungkapkan bahwa monyet ini memiliki sifat tenang dan cukup waspada terhadap kehadiran manusia. Namun, berbeda dengan banyak primata lain yang langsung melarikan diri, kelompok Likweli justru memilih naik lebih tinggi ke kanopi pohon sambil mengamati para peneliti dari kejauhan.
Perilaku tersebut memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk mempelajari kebiasaan mereka secara lebih mendalam di habitat aslinya.
Baca Juga:Jangan Langsung Beraktivitas, Ini Manfaat Peregangan Setelah Bangun Tidur dan Cara MelakukannyaPulau Dari Masa Lalu, Tempat Evolusi Berhenti, 90% Satwa di Sini Tak Ada di Tempat Lain!
Hasil Penelitian DNA Perkuat Status Spesies Baru
Selain melakukan pengamatan langsung di alam liar, para peneliti juga menganalisis sampel kulit, rangka, dan jaringan tubuh dari tiga ekor monyet yang telah mati akibat sitaan pemburu liar.
Berbeda Secara Genetik
Perbandingan struktur tengkorak, pola bulu, hingga analisis DNA menunjukkan bahwa Likweli merupakan spesies yang berbeda dari primata Afrika lainnya.
Kerabat genetik terdekatnya adalah kolobus hitam yang hidup lebih dari 1.100 kilometer dari habitat Likweli di wilayah Afrika barat-tengah. Para peneliti memperkirakan kedua spesies tersebut mulai berevolusi secara terpisah dari nenek moyang yang sama sekitar lima juta tahun lalu.
Likweli sendiri termasuk dalam genus Colobus, yakni kelompok monyet Afrika Barat dan Tengah yang hanya memiliki empat jari pada setiap tangannya.
Sementara itu, nama ilmiah congoensis diberikan sebagai penghormatan terhadap kawasan Cekungan Kongo yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi.
Ancaman Kepunahan Monyet Likweli
Meski baru diidentifikasi secara resmi, para ilmuwan menilai keberadaan Likweli sudah menghadapi ancaman serius.
Wilayah Sebaran Sangat Terbatas
Peneliti melakukan wawancara terhadap masyarakat di 52 desa yang berada di sekitar wilayah jelajah satwa tersebut. Hasilnya, hanya warga dari delapan desa yang mengenali keberadaan monyet Likweli.
Baca Juga:Resmi! Ini Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Kamboja Jadi Lawan PembukaMengapa Tirai Jendela Pesawat Harus Dibuka saat Lepas Landas dan Mendarat? Ini 4 Alasannya
Temuan itu menunjukkan bahwa spesies ini memang sangat langka dan hanya hidup di wilayah yang sempit, yakni sekitar 1.700 kilometer persegi di bagian tengah Republik Demokratik Kongo.
Karena penyebarannya terbatas, para peneliti mengusulkan agar Likweli dimasukkan ke dalam daftar spesies terancam punah milik IUCN (International Union for Conservation of Nature).
