RADARCIREBON.TV – Spesies monyet baru ditemukan di Kongo setelah para peneliti berhasil mengidentifikasi primata yang sebelumnya belum pernah tercatat dalam dunia ilmiah. Penemuan ini berasal dari hutan hujan di Republik Demokratik Kongo dan menjadi salah satu temuan penting dalam bidang konservasi satwa liar.
Spesies tersebut diberi nama Likweli, mengikuti sebutan yang telah lama digunakan masyarakat setempat. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS melalui penelitian berjudul Likweli: A Remarkable New Species of Colobus Monkey from the Lomami National Park, Democratic Republic of Congo.
Likweli tercatat sebagai spesies monyet Afrika baru kelima yang berhasil diidentifikasi dalam kurun waktu 75 tahun terakhir.
Baca Juga:Jangan Langsung Beraktivitas, Ini Manfaat Peregangan Setelah Bangun Tidur dan Cara MelakukannyaPulau Dari Masa Lalu, Tempat Evolusi Berhenti, 90% Satwa di Sini Tak Ada di Tempat Lain!
Ciri Fisik Spesies Monyet Baru Likweli
Salah satu hal yang membuat Likweli mudah dikenali adalah penampilannya yang berbeda dibandingkan spesies kolobus lainnya.
Memiliki Bibir Oranye dan Bulu Hitam
Monyet ini memiliki sejumlah karakteristik khas, antara lain:
- Bulu hitam tebal dan tampak berjambul
- Kulit berwarna oranye krem di sekitar mulut sehingga tampak seperti memiliki bibir oranye
- Bercak putih pada bagian pinggul
- Berat tubuh sekitar 7 kilogram
- Panjang tubuh dari hidung hingga ujung ekor mencapai sekitar 1,2 meter
Selain penampilannya yang mencolok, Likweli juga memiliki suara yang tidak biasa. Aumannya terdengar menggelegar dan disebut menyerupai suara katak maupun dengkuran babi.
Awal Penemuan Monyet Likweli
Keberadaan spesies ini sebenarnya telah memunculkan tanda tanya sejak lebih dari satu dekade lalu.
Pertama Kali Terlihat pada 2008
Mengutip Smithsonian Magazine, petunjuk pertama muncul pada tahun 2008 ketika tim peneliti lapangan mendokumentasikan seekor monyet yang tidak dikenal saat melakukan ekspedisi di sepanjang Sungai Lomami.
Foto yang berhasil diambil saat itu belum memperlihatkan tubuh satwa secara utuh sehingga identitasnya belum dapat dipastikan. Meski demikian, para ilmuwan menduga bahwa primata tersebut merupakan spesies yang berbeda.
Setelah itu, keberadaan Likweli sempat tidak terlacak hingga November 2018.
Pada periode tersebut, Jean Pierre Kapale dari Lukuru Wildlife Research Foundation berhasil kembali memotret satwa tersebut. Selama 10 bulan berikutnya, tim peneliti melakukan patroli khusus dan berhasil mencatat tujuh penampakan tambahan.
