Petani Beralih Tanam Palawija Hadapi Musim Kemarau – Video

Petani Beralih Tanam Palawija Hadapi Musim Kemarau
0 Komentar

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Cirebon membuat sejumlah petani mulai mengubah pola tanam. Keterbatasan pasokan air memaksa mereka beralih dari tanaman padi ke berbagai jenis palawija yang dinilai lebih mampu bertahan di tengah kondisi lahan yang mengering.

Pemandangan ini terlihat jelas pada hamparan lahan di kawasan perbukitan Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Selama dua bulan terakhir, area tersebut mengalami krisis pasokan air. Curah hujan yang rendah membuat sawah yang sebelumnya ditanami padi kini menjadi gersang, sehingga petani memutuskan untuk beralih menanam palawija.

Demi menjaga lahannya tetap produktif dan menghasilkan nilai ekonomi, para petani memilih komoditas seperti cabai, terong, labu, dan mentimun. Tanaman-tanaman ini dinilai memiliki tingkat ketahanan yang lebih baik terhadap kondisi minim air dibandingkan dengan tanaman padi.

Baca Juga:Warga Kampung Pecantilan Tawangsari Berharap Jembatan Segera Diperbaiki – VideoKPM UI BBC Usung AI Dan Kearifan Lokal Untuk Bangun Desa Berdampak – Video

Meski palawija lebih tahan kering, tanaman ini tetap membutuhkan perawatan rutin, seperti penyiraman pada pagi dan sore hari serta pemupukan yang cukup. Langkah ini menjadi pilihan paling rasional agar lahan tidak dibiarkan menganggur. Tercatat, hampir dua hektare lahan pertanian di Desa Sinarrancang kini telah beralih dari padi ke tanaman palawija.

Guna memastikan ketersediaan air untuk penyiraman, para petani setempat juga berinisiatif secara gotong royong membuat sumur bor. Sumur tersebut kini difungsikan sebagai sumber irigasi alternatif selama musim kemarau berlangsung. Para petani menaruh harapan besar agar kondisi cuaca segera membaik dan curah hujan kembali normal, sehingga mereka dapat kembali menanam padi pada musim tanam berikutnya.

0 Komentar