Selama 66 menit di lapangan, pemain bernomor punggung 40 ini menunjukkan kemampuannya. Ia beberapa kali berani membawa bola keluar dari tekanan, aktif membuka ruang, serta tidak canggung berduel menghadapi pemain-pemain Arema FC yang lebih berpengalaman. Kecepatan, sentuhan, dan final pass-nya dinilai cukup menjanjikan untuk ukuran pemain muda yang melakukan debut di Persib.
Igor Tolic mengungkapkan bahwa keputusan memainkan Tanamal di posisi tersebut bukan tanpa alasan. Selama dua pekan menjalani latihan, ia melihat perkembangan pesat yang ditunjukkan pemain muda itu, terutama saat berduet dengan Uilliam Barros di sisi kiri. “Ya saya memainkannya karena kita melihat dalam dua minggu terakhir ini bahwa dia sangat, sangat bagus saat bermain bersama Barros,” ucap Igor usai pertandingan.
Tolic pun menyiapkan strategi khusus untuk membimbing debutan ini. Ia menempatkan Barros di sisi kiri untuk membantu Tanamal dalam mengantisipasi serangan cepat Arema, dan memasang Gabriel Mutombo sebagai bek tengah sebelah kiri agar bisa memberi arahan dari dekat. “Kami juga memasang Uilliam hari ini untuk membantunya, serta memasang Gabi (Gabriel Mutombo) pada sisi tersebut untuk membimbingnya,” jelasnya.
Baca Juga:Piala Presiden 2026: Gol Tunggal Uilliam Barros Bawa Persib Taklukkan Arema 1-0 di Laga PembukaAsnawi Mangkualam Sentil Panpel Piala Presiden 2026: Hotel untuk Juara Bertahan Ini Tak Layak!
Respons Bobotoh dan Julukan ‘Lamine Tanamal’
Penampilan apik Ikhwan Tanamal langsung menuai pujian dari Bobotoh. Mereka bahkan langsung menyematkan julukan “Lamine Tanamal” kepadanya, merujuk pada kemiripan gaya rambut dan kelincahannya dengan bintang muda Barcelona dan Timnas Spanyol, Lamine Yamal. Julukan ini pun melekat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Meski mendapat pujian dan julukan yang mengundang decak kagum, Ikhwan Tanamal memilih untuk tetap rendah hati. Ia mengaku tidak mau terbuai oleh pujian yang diberikan. “Alhamdulillah ya (dapat pujian) suporter besar di Indonesia juga. Ya, terima kasih buat masyarakat Bandung, Bobotoh. Ini enggak jadi beban malah jadi motivasi aja buat lebih berkembang lagi,” ucapnya.
Harapan dan Ambisi ke Depan
Usai pertandingan, Ikhwan Tanamal mengungkapkan perasaannya yang penuh syukur. “Tentunya cukup senang ya. Debut sama tim besar, tim juara tiga kali di Liga Indonesia, ya. Cukup senang, sangat bangga lah,” kata Tanamal. Pemain yang kini dijuluki Lamine Tanamal ini berharap penampilannya bukan yang terakhir. “Harapannya semoga bisa dapat menit bermain sih di sini, dan ya, pemain bagus semua, pemain top. Ya, semoga bisa berkembang lah di sini,” harapnya.
