Hal ini menjadikan spread atau selisih antara harga jual dan buyback Galeri 24 tetap menjadi yang paling kecil di antara ketiga merek tersebut, yaitu hanya Rp162.000 per gram. Spread yang lebih kecil ini menjadi nilai tambah bagi investor yang ingin membeli emas Galeri 24, karena biaya transaksi yang harus ditanggung saat menjual kembali emas menjadi lebih rendah dibandingkan merek lainnya.
Apa Itu Emas Galeri 24?
Galeri 24 adalah merek emas batangan yang diproduksi oleh PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), yang merupakan anak perusahaan dari BUMN PT Pegadaian (Persero). Produk ini hadir dengan pendekatan yang lebih dekat ke konsumen ritel yang ingin membeli, menyimpan, atau menjual kembali emas melalui jaringan Pegadaian.
Emas Galeri 24 memiliki kadar 24 karat atau setara 99,99% dan telah mengantongi sertifikasi SNI 8880 BSN serta berstandar ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001. Produknya memakai press modern dengan fitur keamanan berstandar nasional. Karena dijual langsung lewat jaringan Pegadaian di seluruh Indonesia, Galeri 24 mulai mendapat tempat di hati masyarakat sebagai alternatif investasi yang lebih terjangkau.
Baca Juga:Harga Emas UBS Hari Ini 27 Juli 2026: Stagnan di Rp2,599 Juta per Gram, Buyback Tetap Rp2,418 JutaHarga Emas Antam Hari Ini 27 Juli 2026: Naik Rp10.000 Jadi Rp2,622 Juta per Gram
Apa yang Mendorong Stagnasi Harga Galeri 24?
Stagnasi harga emas Galeri 24 hari ini terjadi di tengah pergerakan harga emas dunia yang masih fluktuatif. Harga emas dunia pada awal pekan ini bergerak di atas US$4.000 per troy ons, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu permintaan terhadap aset safe haven.
Meskipun harga emas dunia masih berada di level tinggi, harga emas Galeri 24 di dalam negeri justru cenderung stabil. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penyesuaian harga yang dilakukan oleh Pegadaian yang tidak selalu langsung merespons pergerakan emas dunia secara harian, serta strategi penetapan harga untuk menjaga daya saing produk Galeri 24 di pasar domestik.
Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih bergerak fluktuatif juga turut mempengaruhi. Rupiah yang masih berada dalam tekanan di atas Rp18.000 per dolar AS membuat harga emas dalam negeri cenderung stabil karena pasar menunggu arah pergerakan lebih lanjut.
