Untuk meredakan ketegangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima delegasi 28 perusahaan China pada pekan ini. Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyatakan bahwa Indonesia tetap membuka lebar pintu investasi China. Berdasarkan laporan Japan External Trade Organization (JETRO), tingkat keuntungan investasi di Indonesia bisa mencapai 70 persen, lebih tinggi dibandingkan negara tetangga.
“Kami mengundang China untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia, terutama di sektor-sektor bernilai tambah tinggi,” ujar Airlangga dalam pertemuan tersebut.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani juga menyatakan komitmen Indonesia untuk mempertahankan iklim investasi yang stabil dan transparan. Menurutnya, sejak 2021 hingga 2026, China telah menjadi investor terbesar Indonesia dengan total investasi 38,34 miliar dolar AS.
Baca Juga:Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pejabat SementaraKaesang Pilih Dapil Puan untuk Pileg 2029, Persaingan Politik di Jateng V Diprediksi Memanas
Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan bahwa tuduhan “perampasan sumber daya” tidak ditujukan kepada China. “Kami telah merespons isu ini sebelumnya. Apa yang disebut sebagai perampasan sumber daya alam oleh investor asing sama sekali tidak ditujukan kepada China. Selama beberapa tahun terakhir, hubungan dagang dan investasi China-Indonesia telah mencapai hasil yang luar biasa dan saling menguntungkan,” ujar Lin Jian.
Ia juga menyatakan optimisme bahwa Indonesia akan terus melindungi hak-hak perusahaan China dan menciptakan lingkungan yang kondusif. Hal ini diperkuat dengan pernyataan KBRI China di Jakarta pada 18 Juli 2026 yang menegaskan bahwa interpretasi media tentang pernyataan Prabowo tidak sesuai fakta.
Meski investor China menghadapi berbagai tantangan regulasi, data menunjukkan bahwa aliran investasi China ke Indonesia tetap positif. Sepanjang 2021-2026, China menanamkan 38,34 miliar dolar AS di Indonesia, dan pada 2026 saja, 16 proyek investasi senilai 36,4 triliun rupiah telah disepakati.
China juga menawarkan bantuan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur Indonesia dan nilai tambah komoditas mineral, yang mencakup pembangunan smelter dan fasilitas pemrosesan material baterai kendaraan listrik.
Menteri Koordinator Airlangga menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap hubungan ekonomi dengan China. Dengan APBN yang sehat dan reformasi struktural berkelanjutan, Indonesia berada di posisi kuat untuk mempertahankan pertumbuhan dan menarik investasi asing. Kepercayaan investor China terhadap Indonesia tetap tinggi dan hubungan dagang kedua negara akan terus berkembang.
