Venzha Christ, kurator sekaligus direktur Indonesia Space Science Society (ISSS), menyatakan bahwa peresmian galeri baru ini akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi para pegiat di bidang antariksa.
Wayang Alien: Pertunjukan Budaya yang Memukau
Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah Wayang Alien, pertunjukan wayang kontemporer karya Hangno Hartono. Wayang Alien dipentaskan pada Sabtu (25/7/2026) sebagai bagian dari rangkaian program Gegana Agung yang berlangsung di Galeri Kahangnan, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pertunjukan tersebut mengangkat kisah kedatangan alien dari luar Planet Bumi ke tanah Jawa. Mereka membawa pesan agar manusia tidak terus-menerus merusak alam. Hangno Hartono menjelaskan bahwa tema kontak antara alien dan manusia dipilih sebagai refleksi atas kondisi dunia saat ini yang dipenuhi berbagai ketidakpastian.
Baca Juga:Rayakan 25 Tahun Berkarya, Band Radja Gelar Konser Spesial di Bengkel Hall SCBDThe Sounds Project Vol. 9 Siap Digelar, Hadirkan 120 Musisi di Tujuh Panggung
“Peradaban seperti berhenti dengan ancaman perang dunia. Harapan bukan lagi pada kemanusiaan, tetapi pada sosok imajiner yang lepas dari beban keangkaramurkaan manusia, yaitu entitas non-human seperti alien,” ujar Hangno Hartono.
Menariknya, proses penciptaan Wayang Alien juga melibatkan masyarakat melalui berbagai workshop yang memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan pembuatan wayang. Pertunjukan tersebut turut menghadirkan sesi presentasi dan diskusi bersama Ali Khancana Sumirat dari Bogor serta Carnosaurust dari Makassar.
Mengapa di Kulon Progo?
Kulon Progo dipilih sebagai tuan rumah utama festival ini karena memiliki Kampung Alien, sebuah destinasi unik di Nanggulan yang dikenal dengan konsep luar angkasa. Di kawasan ini, terdapat patung-patung bertema alien dengan beragam ukuran, termasuk dua patung alien raksasa dengan kulit berlapis krom mengkilap yang menjadi daya tarik utama. Terdapat pula sebuah tiruan pesawat ruang angkasa yang dipajang dan menggugah rasa ingin tahu setiap pengunjung yang datang.
Festival UFO Indonesia 2026 menjadi salah satu agenda wisata tematik yang diharapkan dapat menarik minat wisatawan sekaligus memperkaya pilihan wisata edukatif di Yogyakarta. Dinas Pariwisata setempat mencatat kunjungan wisatawan sepanjang semester I 2026 mencapai 1,58 juta orang atau meningkat 64,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Semangat kolaborasi menjadi salah satu ciri utama Indonesia UFO Festival 2026. Tahun ini, panitia membuka Open Call yang dapat diikuti masyarakat umum. Melalui proses tersebut, komite festival memilih dan mengundang sejumlah partisipan dari berbagai latar belakang profesi dan keilmuan untuk berkolaborasi bersama masyarakat dalam berbagai program festival. Festival ini menjadi bukti bahwa eksplorasi ruang angkasa dan misteri keberadaan makhluk alien akan selalu mengundang atensi untuk datang kembali pada tahun-tahun mendatang.
