RADARCIREBON.TV- Penyanyi pop dunia Katy Perry meradang usai lagu hits miliknya, Firework, dicokot oleh Gedung Putih sebagai musik latar video TikTok yang menampilkan serangan militer Amerika Serikat ke Iran.
Video berdurasi sembilan detik yang diunggah akun resmi Gedung Putih pada Kamis (24/7/2026) itu memperlihatkan rekaman ledakan dahsyat yang diduga merupakan serangan terbaru AS.
Potongan lagu Firework sengaja diputar tepat pada bagian lirik “Boom, boom, boom”, diiringi tulisan tebal di layar: “Iran telah diperingatkan.”
Baca Juga:Masa Depan Lionel Scaloni Terancam? Di Maria Memohon Pelatih Argentina Tak MundurXabi Alonso Tolak Pasang Target Tinggi di Chelsea, Ungkap Alasan yang Mengejutkan
Merasa lagunya disalahgunakan, Perry langsung ngamuk dan melayangkan protes keras lewat akun X pribadinya pada Sabtu (26/7/2026) sembari menandai langsung akun resmi Gedung Putih.
“Saya sangat terkejut dan marah melihat musik saya digunakan dengan cara seperti ini,” tegas Perry.
Perry menegaskan bahwa Firework ia ciptakan sebagai pesan harapan, penyembuhan, dan penguat mental bagi orang-orang yang sedang terpuruk.
“Melihat pesan tentang harga diri dan semangat itu dijadikan senjata untuk mengiringi kehancuran dan kekerasan merupakan pelanggaran total terhadap semua nilai yang diwakili lagu saya,” lanjutnya gusar.
Audio Dihapus, Tapi Hak Cipta Bikin Buntu
Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait teguran terbuka tersebut. Meski begitu, audio lagu Firework terpantau sudah dihilangkan dari unggahan video TikTok tersebut.
Walau Perry meradang, secara hukum ruang geraknya untuk menuntut terbilang sempit. Pada 2023 lalu, ia telah menjual hak penerbitan (publishing rights) untuk lima albumnya—termasuk Teenage Dream yang memuat lagu Firework—kepada Litmus Music senilai US$225 juta (sekitar Rp3,6 triliun).
Sementara itu, hak master rekaman masih dipegang oleh Universal Music Group (UMG) yang mengontrol penuh penggunaan dan distribusi lagu.
Baca Juga:Usai Libas Kamboja 5-1, Simak Klasemen dan Jadwal Timnas Indonesia Sisa Piala AFF 2026Arsenal Siap Cuci Gudang Demi Vinicius Junior, 8 Bintang The Gunners Terancam Dijual
Kebetulan, musik-musik di bawah naungan UMG memang bisa dipakai secara bebas di TikTok berkat perjanjian lisensi global yang disepakati sejak 2024.
Deretan Musisi yang Pernah ‘Senggol’ Trump
Katy Perry bukanlah musisi pertama yang merangsek menolak karyanya dipakai oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Pada Juni lalu, Ariana Grande juga sempat meluapkan kekesalannya setelah lagunya dipakai untuk video propaganda kebijakan imigrasi AS.
