Konflik Iran-AS Kembali Memanas: Iran Luncurkan Rudal Balistik, AS dan Saudi Serang Milisi di Irak

Konflik Iran-AS Kembali Memanas
Konflik Iran-AS Kembali Memanas foto: pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak pada Selasa (28/7/2026) setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik yang menargetkan pasukan AS di Timur Tengah. Serangan ini mengakhiri jeda pertempuran singkat yang sempat memunculkan harapan akan dimulainya kembali jalur diplomasi antara kedua negara. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa Iran menembakkan beberapa rudal balistik dalam apa yang disebut sebagai “upaya serangan mendadak”. Militer AS mengklaim seluruh rudal berhasil dicegat, sehingga tidak menimbulkan kerusakan maupun korban di pihak Amerika.

Serangan Iran ini merupakan yang pertama setelah kedua negara sempat menyepakati jeda konflik selama beberapa hari. Sebelumnya, Amerika Serikat telah menggempur Iran selama 13 malam berturut-turut, sementara Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone yang menyasar sekutu Washington di kawasan Teluk.

Respons Militer: AS dan Arab Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak

Sebagai respons atas serangan rudal Iran, Amerika Serikat bersama Arab Saudi melakukan serangan gabungan terhadap target milisi pro-Iran di Irak pada Selasa (28/7). Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan telah “melakukan serangan gabungan dan terarah” bersama AS ke milisi yang didukung Iran. Keterlibatan Saudi ini merupakan kali pertama mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan yang dilancarkan ke Irak sejak perang AS-Iran dimulai.

Baca Juga:Katy Perry Ngamuk! Lagu Firework Dipakai Gedung Putih untuk Video Serangan ke Iran, Langsung Protes KerasHarga Minyak Dunia Anjlok ke US$87, AS Hentikan Serangan ke Iran Buka Ruang Diplomasi

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut gempuran itu sebagai tanggapan terhadap lebih dari 30 serangan yang diluncurkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam 72 jam terakhir. “Pesawat tempur AS dan Saudi menyerang sejumlah lokasi logistik dan senjata teroris di seluruh Irak timur,” demikian pernyataan CENTCOM.

Sebelum serangan rudal tersebut, CENTCOM juga menyatakan bahwa militer AS telah mengalihkan rute 18 kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, melumpuhkan dua kapal, dan menaiki dua kapal lainnya untuk menegakkan blokade angkatan laut terhadap semua pelabuhan Iran. Lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS saat ini beroperasi di seluruh Timur Tengah untuk mendukung misi-misi militer.

Upaya Diplomasi yang Gagal dan Eskalasi Konflik

Eskalasi ini terjadi hanya beberapa pekan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) 14 poin pada 18 Juni 2026 yang diharapkan menjadi dasar perdamaian. Namun, pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengklaim Iran ingin kembali berunding untuk mengakhiri konflik, tetapi menilai Teheran belum siap menyepakati perjanjian baru karena dinilai kerap melanggar kesepakatan sebelumnya.

0 Komentar