RADARCIREBON.TV – Banyak wisatawan yang pertama kali berkunjung ke Cirebon sering bertanya mengapa air laut di kawasan pesisir utara, termasuk Pantai Kejawanan dan sekitarnya, terlihat berwarna cokelat atau keruh. Tidak sedikit pula yang mengira kondisi tersebut menandakan laut tercemar.
Padahal, warna air laut yang keruh di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa, termasuk Cirebon, tidak selalu disebabkan oleh pencemaran. Ada sejumlah faktor alam dan aktivitas manusia yang memengaruhi kondisi tersebut.
Lalu, apa penyebab air laut di Cirebon tampak keruh?
Sedimentasi dari Sungai
Salah satu penyebab utama adalah sedimentasi. Cirebon memiliki sejumlah sungai yang bermuara langsung ke Laut Jawa, seperti Sungai Sukalila, Sungai Kedungpane, dan beberapa aliran sungai lainnya.
Baca Juga:Pantai Tirtamaya Dipadati Wisatawan Saat Libur Lebaran – VideoPantai Imut Jongor Destinasi Wisata Baru – Video
Saat musim hujan, sungai membawa material berupa tanah, lumpur, pasir halus, hingga sisa-sisa organik dari daerah hulu menuju laut.
Material tersebut bercampur dengan air laut sehingga membuat warna air berubah menjadi kecokelatan atau keruh.
Karakter Laut Jawa yang Dangkal
Secara geografis, Laut Jawa memiliki kedalaman yang relatif dangkal dibandingkan laut di wilayah Indonesia bagian timur.
Kondisi tersebut menyebabkan dasar laut lebih mudah teraduk oleh:
GelombangAnginArus lautAktivitas kapalKetika dasar laut teraduk, endapan lumpur akan naik ke permukaan sehingga air tampak keruh.
Aktivitas Pelabuhan dan Kapal
Cirebon merupakan salah satu kota pelabuhan yang cukup aktif.
Lalu lintas kapal barang, kapal nelayan, hingga kapal pengangkut hasil tambang turut memengaruhi kondisi perairan.
Baling-baling kapal dapat mengangkat sedimen yang berada di dasar laut sehingga memperbesar tingkat kekeruhan, terutama di sekitar jalur pelayaran dan kawasan pelabuhan.
Pengaruh Musim
Musim juga memengaruhi warna air laut.
Baca Juga:Pelatih Persib Bedah Kekuatan Dua Gelandang Jepang Persija Jelang Liga 1 2026/2027
Pada musim hujan, debit sungai meningkat sehingga material yang terbawa ke laut jauh lebih banyak dibandingkan musim kemarau.
Akibatnya, warna air laut biasanya terlihat lebih keruh saat curah hujan tinggi.
Sebaliknya, ketika musim kemarau dan ombak relatif tenang, air laut dapat tampak lebih jernih meski tidak sebening pantai berpasir putih di wilayah timur Indonesia.
