Strategi Melahirkan “Mujahid Digital”
Untuk menghadapi tantangan ini, MUI meluncurkan strategi “Mujahid Digital” yang memadukan penguasaan teknis AI generasi muda dengan kedalaman keilmuan para ulama senior .
Workshop ini dirancang dengan 60 persen praktik dan 40 persen teori. Peserta dibekali keahlian seperti prompt engineering, Generative Engine Optimization (GEO), dan produksi konten digital . Mereka tidak pulang dengan tangan kosong, melainkan membawa bank prompt AI dan konten siap rilis .
Hari Usmayadi menegaskan tujuan lahirnya generasi yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam mengisi ruang digital dengan pesan-pesan Islam yang menyejukkan. “Peran adik-adik peserta yang muda ini untuk melakukan pendampingan. Kalian yang menguasai perangkat AI dan algoritmanya, tetapi substansi, validasi dalil, dan etika syariatnya tetap bersumber dari arahan para ulama,” pungkasnya .
