RADARCIREBON.TV- Ledakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali melahirkan raksasa baru di industri semikonduktor.
ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen memori RAM asal China, ketiban rezeki nomplok hingga dinobatkan sebagai perusahaan paling berharga di negeri tirai bambu tersebut.
Status mentereng ini diraih CXMT usai mencatatkan debut gemilang di bursa saham melalui Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO).
Baca Juga:Terungkap! Ilmuwan Akhirnya Temukan Alasan Perokok Berat Bisa Terhindar dari Kanker Paru-paruResmi Tinggalkan Persija, Allano Lima Gabung Bhayangkara FC! Duet Maut dengan Moussa Sidibe Siap Menggila
Tak tanggung-tanggung, harga sahamnya langsung melonjak drastis hingga 466 persen pada hari pertama perdagangan, sebagaimana melansir dari laporan Tech Spot, Rabu (29/7/2026).
Saham CXMT yang awalnya dipatok pada harga penawaran 8,66 yuan (sekitar Rp23.100) melesat tajam dan ditutup di level 49,00 yuan (sekitar Rp130.700).
Lonjakan fantastis tersebut mengerek kapitalisasi pasar CXMT hingga menyentuh angka raksasa: 3,65 triliun yuan (sekitar Rp9.743 triliun).
Catatan Fortune menyebut aksi korporasi ini menjadi IPO terbesar kedua sepanjang sejarah pasar modal China, hanya berada di bawah rekor Agricultural Bank of China pada 2010 silam.
Amunisi Baru Tandingi Dominasi AS
Kepala Ekonom First SeaFront Fund Management, Larry Yang, menilai hasil manis di hari perdana menunjukkan betapa tingginya kepercayaan dan optimisme investor terhadap masa depan CXMT.
Menurut Yang, dana segar bernilai fantastis dari hasil IPO ini bakal menjadi amunisi vital bagi perusahaan untuk memperluas pabrik produksi sekaligus memperkuat cengkeraman bisnisnya di tingkat global.
Di sisi lain, kebangkitan produsen perangkat keras lokal seperti CXMT memberikan angin segar bagi China dalam meladeni perang teknologi melawan Amerika Serikat (AS), khususnya dalam perlombaan penguasaan ekosistem AI.
Baca Juga:Jadwal Piala Presiden 2026 Hari Ini, Persija vs Port FC dan Persebaya vs PSMS Siap Panaskan Grup BAl Nassr Terlilit Utang Rp3,9 Triliun Usai Juara Liga, Nasib Cristiano Ronaldo Jadi Sorotan
Incar Jadi Pemasok Utama Apple
Secara global, CXMT saat ini menduduki posisi keempat dalam penguasaan pangsa pasar memori (DRAM) dunia dengan porsi 8 persen.
Perusahaan yang berdiri sejak 2016 ini terus membayangi tiga raksasa utama industri memori, yakni Samsung (36%), SK Hynix (29%), dan Micron (24%).
Meski masih membuntut di urutan keempat, langkah CXMT diprediksi bakal makin agresif. Laporan AFP menyebutkan bahwa raksasa teknologi asal AS, Apple, saat ini tengah menguji coba chip DRAM buatan CXMT untuk digunakan pada produk-produk terbarunya di masa depan.
