RADARCIREBON.TV – Google Earth kini bukan lagi sekadar peta digital. Raksasa teknologi itu resmi menyuntikkan fitur kecerdasan buatan (AI) generatif terbarunya, Nano Banana 2, ke dalam Google Earth. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghidupkan kembali bangunan bersejarah, membuat infografis, hingga memvisualisasikan proyek masa depan langsung di atas citra satelit.
Product Manager Google Earth, Bryan Horowitz, mengumumkan bahwa fitur ini telah tersedia secara global bagi pengguna Google Earth versi web. “Pengguna dapat membuka Google Earth, memilih lokasi di peta, dan mulai menghidupkan ide mereka,” ujarnya dalam blog resmi Google, Kamis (30/7).
Fitur ini memungkinkan pengguna membuat visual di atas citra satelit, foto udara, dan gambar tiga dimensi yang tersedia di Google Earth. Caranya pun mudah: cukup perbesar tampilan ke lokasi yang diinginkan, pilih menu Create image, lalu ketikkan gambaran visual yang ingin dibuat.
Baca Juga:Hapus Feeds dari Robot! LinkedIn Kini Bisa Laporkan Postingan "AI Slop" yang Nggak Berguna!Persib Bandung Tantang Tampines Rovers di Laga Pamungkas Piala Presiden, Misi Sapu Bersih Grup A!
Hidupkan Kembali Pompeii ke Era Kekaisaran Romawi
Salah satu kemampuan paling spektakuler dari Nano Banana 2 adalah menghidupkan kembali lokasi bersejarah. Contohnya, seorang guru dapat membuka lokasi reruntuhan Pompeii dan meminta sistem menampilkan gambaran realistis kawasan tersebut pada 78 Masehi. Nano Banana 2 akan mengubah tampilan reruntuhan modern menjadi visual jalanan yang ramai pada masa kejayaan Kekaisaran Romawi.
Buat Infografis Tanpa Keluar Google Earth
Pengguna juga dapat membuat infografis mengenai tempat tertentu tanpa harus berpindah aplikasi. Misalnya, meminta sistem membuat infografis sederhana tentang Patung Liberty beserta fakta sejarah penting. Gemini akan mencari informasi sejarah yang relevan, sementara Nano Banana yang akan merancang tampilan infografisnya.
Visualisasi Proyek dan Perencanaan Kota
Bagi para arsitek dan perencana kota, fitur ini menjadi alat yang sangat berguna. Mereka dapat memvisualisasikan rancangan pembangunan dengan membuka tampilan lahan kosong, lalu meminta Google Earth mengubahnya menjadi kawasan pertokoan atau ruang terbuka hijau. Sistem akan membuat visualisasi tiga dimensi berdasarkan lokasi asli, sehingga rencana tersebut lebih mudah dibayangkan.
Nano Banana 2 juga bisa digunakan untuk memvisualisasikan proyek rumah atau bangunan lain sebelum proses pembangunan dimulai. Cukup pilih lahan kosong dan minta sistem menambahkan bangunan tertentu, seperti kabin modern di tepi danau. Hasilnya berupa gambar fotorealistis yang menempatkan rancangan bangunan pada lanskap asli.
