RADARCIREBON.TV – Kabar baik sekaligus tantangan datang dari raksasa teknologi Apple. Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan iPhone dan Mac yang kuat pada kuartal fiskal ketiga. Namun, di balik kesuksesan itu, Apple justru keteteran karena kelangkaan cip dan memori yang mengancam pasokan produk-produk andalannya .
Apple mencatat pendapatan sebesar US$ 109,42 miliar atau sekitar Rp 1.777 triliun (kurs Rp 16.245) pada kuartal yang berakhir 27 Juni 2026. Angka ini tumbuh 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan melampaui perkiraan analis .
iPhone Laris Manis, Penjualan Tertinggi Sepanjang Sejarah!
Penjualan iPhone naik 21,7 persen menjadi US$ 54,25 miliar, melampaui perkiraan analis sebesar US$ 53,86 miliar. Apple bahkan menyebut angka ini sebagai penjualan iPhone kuartal ketiga tertinggi sepanjang sejarah perusahaan .
Baca Juga:Rupiah Menguat ke 18.074 di Tengah Serangan AS ke Iran dan Data Ekonomi AS yang MelambatHarga Perak Antam Hari Ini 31 Juli 2026 Naik Rp 850, Kembali Tembus Rp 40.000 per Gram!
Konsumen berbondong-bondong memborong iPhone di tengah kenaikan harga perangkat elektronik akibat kelangkaan cip memori global. Menariknya, Apple sudah menaikkan harga Mac dan iPad, tetapi sejauh ini belum menaikkan harga iPhone. Para analis memperkirakan kenaikan harga iPhone mungkin diumumkan bersamaan dengan peluncuran produk pada September mendatang .
Penjualan Mac juga ikut melesat 28,7 persen menjadi US$ 10,35 miliar, jauh di atas perkiraan analis sebesar US$ 8,74 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh MacBook Neo kelas entry-level dan MacBook Pro kelas atas .
Kelangkaan Cip Ancaman Serius
Di balik gemilangnya penjualan, Apple justru khawatir dengan masa depan. CEO Apple Tim Cook mengakui perusahaan menghadapi kendala pasokan yang sangat signifikan dengan fleksibilitas terbatas dalam rantai pasok untuk mengatasinya .
Hambatan utama berasal dari kelangkaan teknologi manufaktur cip canggih yang digunakan untuk memproduksi cip Apple Silicon. Kendala ini terutama memengaruhi lini Mac, meski penjualannya tetap tumbuh berkat permintaan yang kuat .
“Jika melihat akar penyebabnya, kami mengalami siklus produk yang sangat kuat melampaui perkiraan. Namun, rantai pasok manufaktur cip canggih pada dasarnya memiliki fleksibilitas yang lebih rendah untuk memenuhi tingginya permintaan,” jelas Cook .
Proyeksi Pendapatan Melambat
Apple memperkirakan pendapatan pada kuartal Juli-September hanya akan tumbuh 9 hingga 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini lebih rendah dari proyeksi Wall Street yang mengharapkan pertumbuhan 12 persen .
