RADARCIREBON.TV- Apple resmi merambah pasar ponsel lipat lewat peluncuran iPhone Duo. Namun, langkah raksasa teknologi asal Cupertino ini terhitung cukup terlambat. Raksasa teknologi asal China bahkan sudah memelopori tren ini sejak delapan tahun lalu.
Ponsel lipat pertama di dunia sebenarnya lahir dari Royole, sebuah produsen layar asal China, yang merilis FlexPai pada 2018 dengan layar 7,8 inci.
Sayangnya, produk debutan ini memanen banyak kritik lantaran perangkat lunaknya yang kaku dan konstruksi engsel plastiknya yang kasar.
Baca Juga:David Almansa Kuasai Practice Moto3 San Marino, Veda Ega Lolos Langsung ke Q2TikTok Bawa Fitur Baru ke Kolom Komentar, Kini Bisa Voice Note, Polling hingga 9 Foto!
Baru pada 2019, persaingan ponsel lipat mulai memanas. Samsung merilis Galaxy Fold seharga hampir US$2.000, disusul Motorola yang menghidupkan kembali seri ikonik Razr, serta Huawei yang meluncurkan Mate X.
Langkah ini diikuti Microsoft pada 2020 lewat Surface Duo yang mengusung dua layar terpisah.
Google (Alphabet) baru menyusul lewat Pixel Fold pada 2023, bersamaan dengan gempuran berbagai merek China yang terus menyempurnakan teknologi ini.
Tak berhenti di situ, Huawei melompat lebih jauh dengan merilis ponsel lipat tiga pada 2024, disusul Samsung yang meluncurkan perangkat multi-fold pada Desember 2025.
Hingga kini, Samsung masih menguasai pasar ponsel lipat global dengan pangsa pasar sekitar 40%, dibayangi ketat oleh Huawei yang mengantongi 30%.
Meski datang terlambat, iPhone Duo tetap mencuri perhatian. Hadir dengan dimensi seukuran paspor, Apple merancang rasio layarnya khusus untuk mengoptimalkan tayangan video dan memangkas bilah hitam (black bar) di sisi layar.
Kehadiran iPhone Duo diproyeksikan bakal menjadi amunisi baru bagi industri ini. Lembaga riset IDC memperkirakan pengiriman ponsel lipat global akan melonjak hingga 30% tahun ini.
Baca Juga:Jangan Curhat Masalah Mental ke AI, Kemenkes: Risikonya Bahaya!Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Singapura Jadi Lawan Perdana, Malaysia Menanti!
Direktur Riset Counterpoint, Tarun Pathak, menilai masuknya Apple akan mendongkrak persaingan di kelas premium.
Walau demikian, porsi ponsel lipat secara umum masih sangat kecil dibanding total pasar smartphone global, sehingga ruang pertumbuhannya di masa depan masih terbuka lebar.
